Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img
BerandaDaerahMendagri Targetkan Listrik Aceh Pulih Akhir Pekan Depan

Mendagri Targetkan Listrik Aceh Pulih Akhir Pekan Depan

Energi Juang News, Aceh- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau langsung sejumlah wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh. Ia menyampaikan bahwa upaya percepatan pemulihan infrastruktur, terutama kelistrikan, menjadi fokus utama pemerintah di daerah tersebut. Tito pun memastikan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat normalisasi layanan dasar bagi warga.​

Tito menjelaskan, gangguan listrik di Aceh terjadi akibat ambruknya beberapa tower transmisi 150 kV yang terdampak banjir bandang. Untuk mengatasinya, saat ini sedang dibangun tower pengganti agar pasokan listrik ke sejumlah daerah bisa kembali stabil. Proses pengiriman material perbaikan ke lokasi yang sulit diakses juga menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi cuaca dan medan yang tidak mudah.​

Menurut Tito, total material perbaikan yang harus diangkut mencapai sekitar 30 ton. Ia merinci, proses pengangkutan membutuhkan waktu sekitar lima hari dengan kapasitas enam ton per hari, kemudian ditambah dua hari untuk pekerjaan perbaikan di lokasi tower. Dengan perhitungan tersebut, Tito memprediksi dalam waktu tujuh hari perbaikan dapat diselesaikan sehingga listrik di Aceh diharapkan kembali normal pada Sabtu (06/12/2025) mendatang.​

“Totalnya 30 ton jadi perlu waktu 5 hari untuk mengangkut, enam ton per hari. Lima hari terus tambah dua hari perbaikan jadi diperkirakan tujuh hari insyaallah hari Sabtu nanti listrik akan jalan. Kalau listrik jalan komunikasi akan lebih mudah,” kata Tito kepada wartawan di Pidie Jaya, Minggu (30/11/2025).

Ia menambahkan, pemadaman listrik tidak hanya dirasakan di satu titik saja, melainkan di sejumlah wilayah di Aceh. Beberapa daerah pesisir hingga pusat kota ikut terdampak akibat terganggunya jaringan transmisi tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat, layanan publik, hingga jaringan komunikasi ikut terhambat karena bergantung pada pasokan listrik.​

Tito menjelaskan, untuk sementara pasokan listrik ke Banda Aceh disokong dari sistem kelistrikan di Nagan Raya. Namun suplai ini belum bisa maksimal karena biasanya Banda Aceh mendapatkan dukungan pasokan juga dari jaringan di Arun. Ia berharap pemulihan tower pengganti bisa segera tuntas sehingga sistem interkoneksi kembali normal dan beban listrik di setiap wilayah dapat terbagi dengan baik.​

Dalam kunjungannya, Tito menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Aceh. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Bantuan logistik berupa pangan, pakaian, dan kebutuhan penting lainnya disalurkan melalui pemerintah daerah dan kementerian terkait.​

“Hari ini kami juga memberikan dukungan, bantuan, selain dari Kemendagri, pemerintah provinsi dalam bentuk pangan, pakaian dan lain-lain,” ujar Tito. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem di sejumlah wilayah Aceh. Pemerintah, kata Tito, akan terus memantau perkembangan di lapangan hingga situasi berangsur normal.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments