Energi Juang News, Tapanuli- Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, kembali bertambah. Hingga Sabtu (29/11/2025), tercatat 23 orang meninggal dunia dan 28 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan hasil pembaruan dari tim gabungan yang melakukan pencarian di lapangan. Ia menyebut seluruh korban meninggal sudah dievakuasi dari lokasi terdampak bencana.
“Jumlah korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi akibat bencana alam di Taput jadi 23 orang, dan dinyatakan hilang 28 orang,” ujar Walpon, Sabtu (29/11/2025).
Walpon mengungkapkan, jenazah para korban ditemukan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan. Kedua wilayah itu menjadi salah satu titik terparah yang terdampak banjir dan longsor.
“Korban yang kita temukan sementara ini masih dari dua kecamatan tersebut,” jelasnya.
Bencana banjir dan longsor di Taput dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan tinggi membuat tebing dan perbukitan labil sehingga memicu longsor dan aliran banjir yang menerjang permukiman warga.
Tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Basarnas, relawan dan warga terus dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Petugas menyisir lokasi yang tertimbun material longsor dan aliran sungai yang meluap untuk mencari korban yang dilaporkan hilang.
Meski demikian, proses pencarian terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu malam karena kondisi gelap dan faktor keselamatan personel di lapangan. Akses menuju sejumlah titik juga terkendala tumpukan material longsor dan jalan yang rusak.
“Pencarian kita hentikan dulu karena sudah malam, lokasi sangat gelap dan berbahaya. Minggu (30/11/2025) pagi, saat situasi lebih terang, pencarian akan dilanjutkan kembali,” kata Walpon.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang masih mencari anggota keluarga untuk terus berkoordinasi dengan posko bencana. Data korban meninggal dan hilang terus diperbarui seiring proses identifikasi dan pencarian di lapangan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga menyiapkan posko pengungsian bagi warga yang rumahnya terdampak banjir dan longsor. Bantuan logistik, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan ke titik-titik pengungsian.
Redaksi ENergi Juang News



