Energi Juang News, Lima Puluh Kota– Kelok sembilan yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota telah menjadi ikon daerah Sumatera Barat dengan pemandangan alam yang menakjubkan luar biasa. Namun siapa sangka dibalik keelokan suasana dan alam yang indah itu menyimpan cerita mistis yang membuat bulu kuduk kita berdiri.
Dalam satu cerita yang beredar dari orang yang dipercaya, ada sebuah kelompok orang Bunian yang dipercaya sebagai makluk halus penunggu wilayah tersebut. Kelok sembilan yang merupakan jalan nasional yang menjadi jalan penghubung antara Sumatera Barat dan Riau. Mega proyek itu disinyalir melibas wilayah yang menjadi tempat makluk astral berdiam diri.
Orang Bunian pada saat tertentu menampakkan diri kepada manusia, kadang tanpa disadari mereka bergaul dan berbaur dengan masyarakat setempat. Meskipun orang Bunian hidup pada dimensi dunia yang berbeda dengan manusia. Mereka kadang menampakkan diri seolah seperti sekumpulan anak kecil yang berlarian kesana kemari di jalan itu.
Salah satu cerita yang beredar, adanya kabar bahwa telah dikabarkan seorang laki laki warga Jorong Hulu dikawasan itu hilang tanpa jejak, dan dilakukan upaya pencarian berhari hari namun tak kunjung jua diketemukan. Yang membuat kisah ini jadi horor adalah, ketika si laki laki ini mengirim pesan singkat ke istrinya sebelum dikabarkan hilang, dengan pesan tertulis,”Sampaikan salam buat keluarga,selalu perkuat ibadah.” Dalam pesan itu tersirat bahwa laki laki itu tidak akan kembali, dan telah menjadi penghuni tetap alam gaib disekitar tempat itu.
Dari sumber lain mengatakan bahwa sebelum adanya proyek jalan nasional itu, dahulu daerah itu merupaka area kuburan lama dan telah dibongkar dan dipindahkan. Mungkin dalam proses pemindahan itu ada beberapa makam yang tidak dipindahkan, karena keluarganya sudah tidak ada yang dihubungi.
Cerita tentang bentuk fisik kaum Bunian pernah diteliti oleh peneliti asing dengan mendefinisikan sosok orang Bunian yang berbulu lebat dan bertingkah seperti orang utan. Saksi mata yang pernah melihat, wujud makluk halus itu seperti anak kecil bertelanjang kaki dengan posisi kaki terbalik. Hingga kini sosok itu sangat sulit ditemukan, baik jejak maupun peninggalannya.
Tersimpan sudah sejak lama adanya cerita menghilangnya laki laki, di awal 2019 terjadi lagi kisah pemudik yang akan pulang ke Rengat dari kota Padang. Ia mengalami peristiwa janggal saat supir rombongan ijin buang air kecil dan menepi diarea itu, namun hingga kini tak pernah kembali ke mobil rombongan.
Setelah ditelusuri, menurut orang yang dikenal memiliki indera ke enam. Ada kisah dimana definisi bentuk yang dilakukan peneliti ternyata lebih menyeramkan kalau dibandingkan dengan hasil penelitian orang asing itu. Sebelum nampak sering orang melintas mencium aroma tak sedap dan menghantui, anyir darah kadang menyeruak. Tampak dari samping seolah menusia,namun dari depan mereka mempunyai gigi runcing dengan gusi menyisakan darah korban. Mata merah menyala akan nampak kala ditemukan di malam hari, sehingga tampak jelas, dan kalaupun korban hilang ditemukan jasadnya tidak ada tanda tanda dikoyak koyak binatang.
Dari asal usul Kelok Sembilan bisa diilhami bahwa, dalam proyek pembangunan jalan nasional kadang menggunakan aspek spiritual agar bisa menjaga budaya dan isu lokal yang berkembang.
Redaksi Energi Juang News



