Energi Juang News, Teheran- Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya kini terlibat dalam “perang total” melawan Amerika Serikat (AS), Israel, serta sejumlah negara Eropa. Menurutnya, pihak Barat terus mencoba mengguncang stabilitas politik Iran dan melemahkannya dari dalam negeri.
Dikutip dari AP News, Minggu (28/12/2025), Pezeshkian menyampaikan pernyataan itu menjelang pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung pada Senin. Dalam situs resmi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Pezeshkian menyebut konflik saat ini “lebih mengerikan” dibandingkan perang Iran-Irak pada 1980-an.
“Kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa. Mereka tidak menginginkan negara kami tetap stabil,” kata Pezeshkian.
Iran Bandingkan Kondisi Kini dengan Perang 1980-an
Pezeshkian menyebut konfrontasi antara Iran dan Barat saat ini jauh lebih rumit. Ia menilai, dibandingkan konflik Iran-Irak yang menelan lebih dari sejuta korban jiwa di kedua pihak, perang kali ini berlangsung di medan yang berbeda—lebih banyak melalui ekonomi, diplomasi, dan teknologi.
Pernyataan itu muncul dua hari sebelum pertemuan antara Trump dan Netanyahu. Iran disebut menjadi pembahasan utama dalam agenda keduanya, terutama setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi Serangan Militer di Tahun 2025
Serangan udara Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang berlangsung selama 12 hari pada Juni lalu menewaskan hampir 1.100 warga, termasuk sejumlah komandan senior militer dan ilmuwan nuklir. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rentetan rudal yang menewaskan 28 orang di Israel.
Situasi ini menandai titik panas baru dalam hubungan Iran dengan negara-negara Barat, memperkuat klaim Pezeshkian bahwa negaranya sedang “dikepung dari semua arah”.
Redaksi Energi Juang News



