Senin, Mei 11, 2026
spot_img
BerandaHukumSiswi SD Bunuh Ibu Kandung, Ini Kata Pimpinan Komisi X DPR

Siswi SD Bunuh Ibu Kandung, Ini Kata Pimpinan Komisi X DPR

Energi Juang News, Jakarta-Kasus siswi SD di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), berinisial AI (12), yang membunuh ibunya lantaran diduga terinspirasi game online dan serial anime menuai sorotan. Tak terkecuali dari Anggota Dewan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

Saya memandang peristiwa ini sebagai peringatan sangat serius bagi semua pihak bahwa persoalan pengaruh konten digital terhadap anak tidak bisa lagi dipandang sebelah mata,” kata Lalu kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).

Menurut dia, kekerasan yang dilakukan anak-anak tak lahir secara tunggal dari game ataupun anime semata. Namun juga perlu dilihat sebagai akumulasi lemahnya pendampingan dan pengawasan.

Baca juga : Bunuh Istri, Seorang Suami Terancam Penjara Seumur Hidup

“Game dan tontonan adalah medium, yang menjadi persoalan utama adalah absennya filter nilai, kontrol orang dewasa, serta ruang dialog bagi anak dalam memahami mana yang fiksi dan mana yang realitas,” ujarnya.

“Ke depan, perlu ada pembenahan serius di tiga pihak. Orang tua harus lebih aktif mendampingi, membatasi, dan berdialog dengan anak terkait penggunaan gawai dan konten digital,” sambungnya.

Selain itu, dia menilai sekolah perlu memperkuat pendidikan karakter hingga kesehatan mental. Kemudian, penguatan literasi digital juga harus menjadi bagian integral kurikulum.

Sementara pemerintah harus memperketat pengawasan dan klasifikasi konten ramah anak, memperluas edukasi parenting digital, serta memastikan ekosistem pendidikan dan media benar-benar berpihak pada tumbuh kembang anak, bukan hanya pada aspek teknologi dan hiburan semata,” tuturnya.

Motif Siswi SD Bunuh Ibu Kandung: Terobsesi Game dan Anime

Sebelumnya, polisi mengungkap motif bocah kelas VI SD di Kota Medan, berinisial AI (12) yang membunuh ibu kandungnya, F (42). AI melakukan perbuatan itu diduga karena terobsesi dari game online dan serial anime.

Baca juga :  Kominfo Tutup Jutaan Situs Judi Online, Apakah Ini Akhir Perjudian Digital di Indonesia?

Bagaimana obsesi si korban dalam hal melakukan tindak pidananya? Adik (AI) melihat game Murder Mystery pada season Kills Others menggunakan pisau. Makanya korban pada saat itu menggunakan pisau di dalam melakukan tindak pidananya,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak saat konferensi pers, Senin (29/12).

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments

High pressure hydraulic lifting equipment pada Dilema Gen Z: Antara Ambisi Jakarta Kota Global dan Realitas PHK Massal
Offshore heavy lifting hydraulic system pada Selat Hormuz Memanas, Iran Balas Serangan AS
Hydraulic jacks exporter from India pada Sampah MBG di Bandung Diperkirakan Capai 60 Ton