Energi Juang News, Jakarta— Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengguncang pasar pada perdagangan Senin (12/1). Indeks utama Bursa Efek Indonesia tiba-tiba merosot lebih dari 2 persen ke level 8.715 dari pembukaan 8.991.
IHSG Sempat Pulih di Akhir Sesi Pertama
Meski sempat jatuh, IHSG berhasil menutup sesi pertama dengan kenaikan tipis 0,13 persen atau 11,21 poin ke 8.947,96. Dari total saham yang diperdagangkan, 359 saham menguat, 311 melemah, dan 141 stagnan.
Menjelang sore, tepatnya pukul 14.40 WIB, indeks kembali berada di posisi 8.861 dengan 480 saham mencatat penurunan. Namun, pada pukul 15.10 WIB, IHSG sedikit pulih dan naik ke level 8.887.
Saham Energi Tekan Pergerakan Pasar
Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai penurunan tajam tersebut terutama dipicu oleh aksi ambil untung di sektor energi.
“Kami mencermati koreksi IHSG siang ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang terkoreksi sekitar dua persen. Kemungkinan besar investor melakukan aksi ambil untung setelah lonjakan signifikan pada saham energi sebelumnya. Saat ini IHSG terlihat mulai rebound meski masih berada di zona negatif,” kata Herditya, Senin (12/1).
Baca juga : IHSG Tembus 9000! Bursa RI Pecahkan Rekor Sejarah di Awal 2026
Geopolitik Global Ikut Berperan
Senada, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gustam, mengaitkan pelemahan indeks dengan sentimen eksternal.
“Hemat saya, dinamika geopolitik global turut berpengaruh. Selain itu, profit taking pada saham-saham energi memperkuat tekanan terhadap IHSG,” ujarnya.
Prediksi Pergerakan Selanjutnya
Founder WH-Project, William Hartanto, memperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi secara sehat pada perdagangan berikutnya setelah menyentuh level resistance 8.970. Menurutnya, tekanan terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama kelompok Barito.
“IHSG terlihat dalam kondisi jenuh beli dan kemungkinan mengalami koreksi sehat di area 8.970,” ungkap William.
William memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berada di rentang support 8.900–resistance 9.000.
Redaksi Energi Juang News



