Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisIHSG Tembus 9000! Bursa RI Pecahkan Rekor Sejarah di Awal 2026

IHSG Tembus 9000! Bursa RI Pecahkan Rekor Sejarah di Awal 2026

Energi Juang News, Jakarta- Bursa saham Indonesia menorehkan capaian bersejarah. Pada Kamis (8/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi menembus level psikologis 9.000 untuk pertama kalinya. Rekor ini menegaskan daya tahan pasar modal tanah air, yang sempat anjlok ke level 5.800-an pada April 2025 sebelum akhirnya pulih dengan luar biasa.

Perjalanan Kembali dari Jurang 5.800

Hanya dalam waktu 146 hari sejak posisi 8.000 pada (15/8/2025), IHSG melonjak 12,5% hingga menyentuh 9.000. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi Indonesia mampu bangkit di tengah ketidakpastian global.

Pada awal 2025, pasar sempat terguncang akibat kebijakan “Liberation Day” dari Presiden AS Donald Trump yang memicu kekhawatiran perang dagang. Namun sentimen negatif itu tak bertahan lama. Fundamental ekonomi nasional yang stabil berhasil menarik kembali kepercayaan investor dan mendorong pasar ke jalur positif.

Baca juga : IHSG Terjun Bebas, Saham Energi Jadi Biang Kerok

Efek Purbaya dan Gebrakan Kebijakan Pro-Growth

Pemulihan spektakuler ini tak lepas dari kebijakan ekonomi yang dikenal sebagai “Purbaya Effect.” Di bawah arahan Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah menetapkan langkah berani seperti pengetatan devisa hasil ekspor (DHE SDA) serta revisi bea keluar komoditas emas dan batubara.
Langkah ini memperkuat cadangan devisa tanpa menekan industri strategis.

Selain itu, pembatalan kenaikan cukai rokok pada 2025 memberi stimulus bagi sektor konsumsi. Daya beli masyarakat tetap kuat, menjaga roda ekonomi berputar di tengah tekanan global.

Optimisme APBN dan Derasnya Dana Asing

Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, kenaikan IHSG tidak terlepas dari optimisme terhadap realisasi APBN 2025. Anggaran yang solid mencerminkan ruang fiskal cukup luas untuk menjaga pertumbuhan di tahun berjalan.

Data menunjukkan arus dana asing (foreign inflow) kembali membanjiri pasar Indonesia sejak akhir Desember 2025. Investor menilai valuasi saham tanah air masih menarik, terutama dengan prospek pertumbuhan laba yang mengungguli banyak negara emerging market lain.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai pencapaian 9.002 menjadi sinyal positif menuju target 10.000. “Walaupun ada tensi geopolitik, pelaku pasar lebih condong ke arah optimisme,” ujarnya (8/1/2026).

Investor Ritel Pegang Kendali

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, investor ritel kini menjadi motor utama pasar. Mereka menyumbang sekitar 50% dari total transaksi harian, menjaga likuiditas tetap stabil meski investor asing sempat keluar awal tahun.

Momentum ini diperkuat oleh sentimen dovish dari The Federal Reserve yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan dua kali pada tahun depan. Arah kebijakan global ini berpotensi membuka kembali arus dana murah (cheap money) ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, meski geopolitik dunia masih panas.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments