Energi Juang News, Lumajang- Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, terus menunjukkan aktivitas tinggi. Badan Geologi pertahankan status siaga level III. Warga diimbau tetap waspada.
Awan Panas Berulang
Awan panas guguran meluncur hingga 5 km dari puncak. Kejadian ini terjadi dua kali pada 14 Januari 2026. Kemarin, 15 Januari 2026, awan panas luncur 4 km ke tenggara menuju Besuk Kobokan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan awan panas guguran kembali terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026. Jarak luncurnya mencapai 4 kilometer dari puncak. Sehari sebelumnya, awan panas terjadi dua kali dengan jarak luncur 5 kilometer dari gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini.
Periode 7–14 Januari 2026 catat beberapa luncuran awan panas hingga 5 km ke Besuk Kobokan. Guguran material ikut menyertai.
Baca juga : Apakah Tanggul Sungai Regoyo Akan Bertahan Lagi? Jebol Akibat Lahar Gunung Semeru
Aktivitas Gempa Dominan
Gempa letusan, guguran, embusan, dan tremor harmonik mendominasi. Data tunjukkan suplai magma dari bawah terus berlanjut. Material pelepas ke permukaan via letusan dan embusan.
Parameter seismik fluktuatif dengan simpangan besar. Sistem vulkanik relaksasi tapi rentan tekanan naik.
Deformasi Stabil
“Adapun pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil, diinterpretasikan bahwa tidak terjadi peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Semeru,” ujar Lana Saria dalam keterangan tertulis yang dibagikannya, Jumat pagi, 16 Januari 2026.
Data Gempa Terkini
Pos Pengamatan Gunung Api Semeru catat hingga pukul 6 WIB, 16 Januari 2026:
- 37 gempa letusan/erupsi (amplitudo 13-22 mm, durasi 72-118 detik)
- 2 gempa guguran (amplitudo 4-8 mm, durasi 56-73 detik)
- 3 gempa embusan (amplitudo 6-7 mm, durasi 42-55 detik)
- 1 gempa harmonik (amplitudo 9 mm, durasi 87 detik)
Rekomendasi Keselamatan
Status tetap Level III (Siaga). Larang aktivitas 5 km dari Kawah Jonggring Seloko. Hindari sektor tenggara 13 km dari puncak, bisa meluas 17 km di Besuk Kobokan.
Waspadai awan panas, guguran lava, lahar di Besuk Kobokan, Bang, Kembar, Sat, dan anak sungainya.
Redaksi Energi Juang News



