Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
BerandaDaerahRibuan Warga Kudus Masih Mengungsi, Banjir Belum Juga Surut

Ribuan Warga Kudus Masih Mengungsi, Banjir Belum Juga Surut

Energi Juang News, Kudus- Lebih dari sepuluh hari pascaterendam banjir, ribuan warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih bertahan di lokasi pengungsian. Sejak bencana melanda pada 9 Januari 2026, air belum sepenuhnya surut di sejumlah titik terdampak.

Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus per Senin, 19 Januari 2026, mencatat sebanyak 2.211 jiwa masih tinggal di berbagai pos pengungsian.
“Banjir menggenangi 38 desa di tujuh kecamatan. Ada 852 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.222 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumah mereka,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus, Ahmad Munaji, Senin, 19 Januari 2026.

Baca juga : Banjir Pekalongan: Penumpang Kereta Amuk di Medsos, Delay 12 Jam!

Pemerintah Sediakan Belasan Titik Pengungsian

Menurut Munaji, pemerintah setempat membuka 12 titik pengungsian bagi warga terdampak. Aula DPRD Kabupaten Kudus menampung jumlah terbesar dengan 364 KK atau 912 jiwa. Disusul Balai Desa Jati Wetan dengan 49 KK atau 151 jiwa.
Sementara itu, Gedung Muslimat NU Loram Kulon menampung 154 KK atau 407 jiwa, GKMI Tanjungkarang 30 KK atau 93 jiwa, serta Balai Desa Karangrowo 46 KK atau 103 jiwa.
Masih ada beberapa lokasi lain seperti SD 1 Payaman, Balai Desa Gulang, Gedung DPC PDIP, hingga TK Pertiwi Balai Desa Kesambi yang menampung puluhan hingga ratusan warga.

Sejumlah Desa Mulai Surut, Tapi Banyak Wilayah Masih Terendam

Munaji menambahkan, beberapa desa mulai menunjukkan tanda-tanda pulih. Di Kecamatan Kota, genangan di Desa Singocandi sudah kering, dan wilayah Gembiraloka di Kecamatan Bae juga berangsur surut, meski masih ada genangan di sawah.
Wilayah Kaliwungu, seperti Sidorekso, Papringan, Gamong, Prambatan Kidul, dan Kaliwungu sendiri, sudah terbebas dari air. Di sisi lain, Desa Hadipolo (Kecamatan Jekulo) dan Desa Pasuruhan Lor (Kecamatan Jati) juga mulai normal.

Dapur Umum dan Bantuan Terus Disalurkan

Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, pemerintah daerah bersama para relawan mendirikan 20 dapur umum di berbagai titik strategis, termasuk Balai Desa Gulang, Jati Wetan, GKMI Tanjungkarang, hingga rumah warga di Desa Tenggeles.
Selain itu, dapur umum juga berdiri di Balai Desa Wates, Bulungcangkring, Bulungkulon, Pladen, dan Kantor Dinas Sosial. Bantuan logistik terus bergulir sambil menunggu air benar-benar surut.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments