Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaInternasionalRezim Iran Segera Runtuh Menurut Kanselir Jerman

Rezim Iran Segera Runtuh Menurut Kanselir Jerman

Energi Juang News, Berlin- Kanselir Jerman Friedrich Merz memperkirakan masa kekuasaan pemerintah Iran tidak akan lama lagi. Pernyataan itu muncul di saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman tindakan militer atas dugaan kekerasan terhadap demonstran di negara tersebut.

Merz Sebut Rezim Iran Kehilangan Legitimasi

“Rezim yang hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan dan teror terhadap penduduknya sendiri: hari-harinya sudah dihitung,” ujar Merz dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Rumania Ilie Bolojan pada Rabu (28/1) waktu setempat.

“Mungkin hanya beberapa minggu lagi, tetapi rezim ini tidak memiliki legitimasi untuk memerintah negara,” tambah Merz seperti dikutip AFP dan Al Arabiya, Kamis (29/1/2026).

Baca juga : Bila Diserang, Iran Ancam Gempur Kapal Induk AS

Ribuan Korban dalam Aksi Protes

Kanselir Merz menyoroti jumlah korban jiwa yang terus meningkat sejak demonstrasi anti-pemerintah meletus. “Jumlah korban tewas yang dilaporkan mencapai ribuan selama demonstrasi baru-baru ini menunjukkan bahwa rezim mullah tampaknya hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui teror semata,” kata Merz.

Laporan dari Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat menyebut telah memverifikasi lebih dari 6.200 kematian sejak gelombang protes dimulai pada akhir Desember lalu. HRANA menilai angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena pemadaman internet yang menyulitkan proses verifikasi.

Desakan Uni Eropa Tetapkan IRGC sebagai Teroris

Merz juga mendukung langkah Italia yang mendorong Uni Eropa menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. “Saya sangat menyesal bahwa masih ada satu atau dua negara di Uni Eropa yang belum siap untuk mendukung penetapan tersebut,” ujarnya.

Trump Tegaskan Waktu Iran Hampir Habis

Sementara itu, Presiden Trump pada Rabu (28/1) memperingatkan Iran bahwa waktu hampir habis untuk menghindari intervensi militer Amerika Serikat. Peringatan itu dilontarkan setelah Teheran menolak membuka pintu negosiasi meskipun ketegangan terus meningkat.

Baca juga :  Netanyahu Desak Trump Tunda Serangan ke Iran, Mengapa?

Dilansir AFP, Rabu (28/1/2026), Trump menekankan dirinya tidak akan menutup kemungkinan adanya serangan baru terhadap Iran. Hal itu menyusul tindakan keras pemerintah Iran terhadap gelombang unjuk rasa baru-baru ini dan efek dari perang 12 hari pada Juni lalu antara Iran dan Israel yang mendapat dukungan Washington.

“Semoga Iran segera ‘datang ke meja perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata tanpa senjata nuklir kesepakatan yang baik untuk semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” kata Trump.

Trump juga merujuk pada serangan Amerika terhadap sasaran nuklir Iran saat perang Juni yang menurutnya menyebabkan “kehancuran besar Iran.” Ia menegaskan, “Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi.”

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments