Energi Juang News, Yogyakarta— Dukungan terhadap pelestarian seni wayang di Indonesia semakin menguat. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi perwakilan Union Internationale de la Marionnette d’Indonesie (UNIMA) untuk membahas rencana peringatan Hari Wayang Dunia 2026, Sabtu (21/2). Acara nasional ini rencananya berlangsung di Yogyakarta pada 24–26 April 2026.
Dalam pertemuan di kantor Kementerian Kebudayaan, Fadli memuji inisiatif UNIMA yang terus menjaga eksistensi wayang di tengah arus budaya global. “Saya menyambut baik inisiatif ini, karena upaya pelestarian Wayang Indonesia adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama,” ujar Fadli Zon, Minggu (22/2/2026).
Rangkaian Kegiatan Hari Wayang Dunia 2026
Presiden UNIMA Indonesia, Dimas Samodra Rum, mengungkapkan bahwa acara tersebut akan menampilkan beragam ekspresi seni pewayangan. Mulai dari pementasan wayang klasik dan wayang langka yang hampir punah, sampai karya kontemporer dan eksperimental yang menggabungkan teknik modern.
Selain pertunjukan, kegiatan ini juga mencakup seminar kebudayaan, ruang temu seniman, pameran karya budaya, serta partisipasi UMKM berbasis tradisi. Dimas menilai kegiatan itu akan menjadi ruang penting untuk mempertemukan para pelaku budaya dari berbagai daerah.
Fadli Zon Tekankan Ragam dan Nilai Wayang
Menanggapi rencana tersebut, Fadli menekankan pentingnya menjaga keberagaman bentuk wayang di Nusantara.
“Varian wayang luar biasa dari dulu, wayang klasik termasuk Wayang Wahyu, Wayang Sukha, Wayang Krucil, dan masih banyak ragam lainnya,” paparnya.
Baca juga : Masyarakat Indonesia di Belanda Desak Fadli Zon Minta Maaf Pada Korban Mei 98
Ia menambahkan bahwa pelestarian wayang harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak kehilangan makna dan relevansinya dengan perkembangan zaman.
Kolaborasi Global dan Pengakuan UNESCO
Peringatan Hari Wayang Dunia merupakan agenda global yang diprakarsai jaringan UNIMA internasional. UNIMA Indonesia menyesuaikan waktu pelaksanaan lokal agar lebih banyak masyarakat bisa berpartisipasi.
Sejak tahun 2003, UNESCO telah menetapkan wayang sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Pengakuan tersebut menjadi peneguhan nilai universal wayang sebagai bentuk seni yang menyatukan pengetahuan, ekspresi budaya, dan kebijaksanaan masyarakat Indonesia.
Pemerintah Siap Fasilitasi Pelestaria
Dalam penutup pertemuan, Fadli Zon menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat ekosistem pewayangan. Ia menegaskan, peringatan Hari Wayang Dunia tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum memperkuat regenerasi dan dukungan terhadap komunitas seni.
Kemenbud berencana melanjutkan program kolaboratif lintas sektor guna mendukung sanggar-sanggar, akademisi, serta pelaku budaya yang aktif menjaga tradisi wayang di daerah. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu menjadikan wayang bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi budaya hidup bagi generasi mendatang.
Sebagai catatan, Fadli juga didampingi oleh Staf Ahli Menbud Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar, dan Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Sutedja, dalam audiensi tersebut.
Redaksi Energi Juang News



