Jumat, Maret 13, 2026
spot_img
BerandaSainsGerhana Bulan Total Terjadi Awal Maret, Bagaimana Cara Melihatnya?

Gerhana Bulan Total Terjadi Awal Maret, Bagaimana Cara Melihatnya?

Energi Juang News, Jakarta- Awal Maret 2026, gerhana bulan total yang kerap dijuluki blood moon atau “bulan darah” akan terjadi. Tepatnya pada 3 Maret 2026 waktu Indonesia, fenomena yang bukan sekadar gerhana biasa ini,bisa disaksikan di Indonesia.

Ini adalah gerhana bulan total terakhir hingga 31 Desember 2028, sekaligus yang terakhir terlihat dari Amerika Utara sampai 25–26 Juni 2029. Artinya, setelah Maret 2026, kita harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan bulan berubah merah sepenuhnya akibat bayangan Bumi.

Lebih istimewa lagi, gerhana ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 H, tepatnya sekitar 13–14 Ramadhan.

Fakta Penting Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Julukan blood moon merujuk pada warna merah tembaga yang muncul ketika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

“Selama 58 menit totalitas, bulan bergerak sepenuhnya ke dalam bayangan umbra Bumi dan berubah menjadi merah.” Pada fase totalitas yang berlangsung sekitar 58 menit, Bulan tidak menghilang. Sebaliknya, ia berubah menjadi merah dramatis — pemandangan yang selalu dinantikan para pengamat langit.

Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, dengan Bumi berada di tengah. Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami pembiasan dan penyaringan. Warna biru dengan panjang gelombang pendek tersebar, sementara cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan.

Baca juga : Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Efek ini mirip dengan warna langit saat matahari terbit atau terbenam — hanya saja kali ini, “senja” tersebut terjadi di permukaan Bulan.

Apakah Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat dari Indonesia?

Ya. Seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan total 3 Maret 2026, selama cuaca cerah dan tidak tertutup awan tebal.

Gerhana bulan sepenuhnya aman disaksikan tanpa alat pelindung mata. Berbeda dengan gerhana matahari yang berisiko merusak retina, gerhana bulan tidak memancarkan cahaya berbahaya karena yang kita lihat hanyalah cahaya Matahari yang dipantulkan Bulan.

Anda bahkan punya waktu cukup lama untuk mengamati, karena fenomena ini berlangsung beberapa jam.

Apakah Gerhana Bulan Total Ini Aman Dilihat?

Agar pengalaman menyaksikan Blood Moon semakin maksimal, berikut beberapa tips praktis:

1. Cari lokasi terbuka dengan pandangan bebas ke arah timur (arah Bulan terbit).

2. Hindari polusi cahaya kota agar warna merah tampak lebih dramatis.

3. Gunakan binokular atau teleskop kecil untuk melihat detail permukaan Bulan.

4. Jika ingin memotret, gunakan tripod dan lensa telefoto.

5.  Datang lebih awal untuk menikmati seluruh fase.

6. Periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments