Energi Juang News, Washington DC- Pemerintah Amerika Serikat mengklaim operasi militernya terhadap Iran berjalan sesuai rencana. Washington bahkan menyatakan penguasaan ruang udara Iran hampir tercapai, sebuah langkah yang dinilai dapat mempercepat berakhirnya konflik dalam beberapa minggu ke depan.
Gedung Putih Klaim Operasi Militer Berjalan Sesuai Target
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa militer Amerika Serikat berada di jalur yang tepat untuk mengendalikan wilayah udara Iran. Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (6/3) waktu setempat.
Leavitt mengatakan pemerintah AS memperkirakan tujuan militernya dapat tercapai dalam waktu relatif singkat.
“Saya tahu ada sejumlah orang yang sedang dipertimbangkan oleh badan intelijen kami dan pemerintah Amerika Serikat, tetapi saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang itu,” kata Leavitt, dilansir Al Arabiya dan Reuters, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, penguasaan ruang udara menjadi bagian penting dalam strategi operasi militer Washington.
Washington Mulai Bahas Sosok Pemimpin Baru Iran
Dalam kesempatan yang sama, Leavitt juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan sejumlah tokoh yang dinilai berpotensi memimpin Iran di masa depan.
Baca juga : Diserang Rudal Iran, Seluruh Tel Aviv Diguncang Ledakan
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Washington perlu ikut terlibat dalam menentukan pemimpin Iran berikutnya.
Trump menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan Reuters pada 5 Maret lalu.
Ia menilai kandidat terkuat untuk memimpin Iran kemungkinan bukan putra mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Nama tersebut sebelumnya muncul sebagai salah satu kandidat utama pengganti sang ayah, yang tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada fase awal konflik.
Trump Tegaskan Iran Harus Menyerah Tanpa Syarat
Sebelumnya, pada 6 Maret, Trump juga menegaskan bahwa tidak akan ada kesepakatan damai dengan Iran tanpa syarat yang jelas.
Menurutnya, konflik baru dapat dihentikan jika Iran menerima apa yang disebutnya sebagai “penyerahan tanpa syarat”.
Leavitt kemudian menjelaskan maksud pernyataan tersebut.
“Yang dimaksud Presiden adalah bahwa ketika dia, sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata AS, menentukan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat, dan tujuan Operasi Epic Fury telah sepenuhnya tercapai, maka Iran pada dasarnya akan berada di posisi penyerahan tanpa syarat, terlepas dari apakah mereka mengatakannya sendiri atau tidak,” kata Leavitt.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Washington masih memandang tekanan militer sebagai alat utama untuk mencapai tujuan strategisnya dalam konflik tersebut.
Redaksi Energi Juang News



