Energi Juang News, Teheran- Teheran membuka jalur terbatas bagi kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz, di tengah konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Otoritas setempat memastikan jalur vital energi dunia itu tidak sepenuhnya ditutup, tetapi aksesnya dipilah berdasarkan posisi politik negara asal kapal.
Iran Izinkan Kapal Negara Netral Melintas
Pemerintah Iran menyatakan kapal dari negara yang tidak terlibat perang tetap bisa melintasi Selat Hormuz. Prosesnya harus melalui koordinasi militer dengan otoritas Teheran, meski gangguan pelayaran masih terjadi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan pada Senin (16/3) waktu setempat bahwa sejumlah tanker minyak diperbolehkan melewati jalur tersebut.
Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan ditutup untuk “musuh-musuh dan pihak-pihak yang mendukung agresi mereka”.
Pernyataan Serupa dari Juru Bicara Kemlu Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan hal senada dalam keterangan terpisah yang dikutip media lokal.
Baca juga : Iran Melawan Keras, Retorika Trump pun Mengeras
“Kapal-kapal milik negara-negara yang tidak terlibat dalam perang telah diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz dengan koordinasi dan izin dari militer Iran,” kata Baghaei dalam pernyataannya.
Konflik Bikin Lalu Lintas Pelayaran Tersendat
Ketegangan militer antara Iran dengan AS dan Israel secara efektif menghentikan sebagian besar aktivitas pelayaran di jalur strategis itu. Banyak tanker dan kapal logistik tertahan, memicu kecemasan pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Selat Hormuz sendiri menjadi jalur utama distribusi sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Setiap gangguan di kawasan tersebut langsung berdampak pada harga energi internasional.
Serangan Balasan dan Risiko Krisis Energi
Sejak serangan besar-besaran lebih dari dua pekan lalu, Iran terus meluncurkan rudal dan drone ke berbagai target di Israel, pangkalan militer AS, serta fasilitas energi di kawasan Teluk.
Akibatnya, arus pelayaran di Selat Hormuz melambat tajam. Kondisi ini memperbesar risiko krisis energi global. Namun, dalam beberapa hari terakhir, Iran mulai membuka akses terbatas bagi kapal tertentu.
Kapal dari Asia Selatan dan Turki Dapat Lampu Hijau
Sejumlah laporan menyebut tanker dari India, Pakistan, Bangladesh, dan Turki berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Pemerintah India mengonfirmasi dua kapal tanker pengangkut gas minyak cair (LPG) milik mereka melewati jalur itu tanpa hambatan pada Sabtu (14/3) pagi.
Kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi, yang dioperasikan Perusahaan Pelayaran Nasional Pakistan, juga menuntaskan pelayaran pada Minggu (15/3).
Selain itu, kapal berbendera Turki bernama Rozana mendapat izin melintas setelah Ankara berkoordinasi dengan otoritas Teheran.
Redaksi Energi Juang News



