Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisTiket Pesawat Terancam Naik? Maskapai Desak Tarif Batas Atas Ditambah 15%

Tiket Pesawat Terancam Naik? Maskapai Desak Tarif Batas Atas Ditambah 15%

Energi Juang News, Jakarta- Harga bahan bakar penerbangan yang terus melonjak mendorong asosiasi maskapai nasional mengusulkan penyesuaian tarif tiket pesawat. Kenaikan biaya operasional dinilai semakin menekan kondisi keuangan maskapai sehingga diperlukan langkah strategis untuk menjaga layanan penerbangan tetap berjalan.

Usulan Revisi Aturan Tarif Tiket

INDONESIA National Air Carriers Association (INACA) mengusulkan kenaikan tarif batas atas tiket sebesar 15 persen untuk pesawat jet maupun propeller. Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto mengatakan usulan tersebut diajukan untuk mengantisipasi penyesuaian harga avtur oleh Pertamina mulai 1 April 2026.

“Serta untuk tetap menjamin keberlangsungan usaha (business sustainability), keterjaminan keselamatan (safety insurance), ketersediaan konektivitas angkutan udara nasional dengan mempertahankan tingkat keselamatan yang tinggi,” katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 25 Maret 2026.

Menurut Bayu, penyesuaian ini perlu dilakukan dengan merevisi tarif batas atas yang saat ini masih mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019. Saat aturan itu diterbitkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.136 per dolar. Kini kurs sudah menembus Rp 17 ribu atau meningkat sekitar 20 persen.

Geopolitik Global Picu Lonjakan Biaya

Tekanan terhadap industri penerbangan juga dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang pecah pada 28 Februari 2026. Penutupan jalur perdagangan minyak mentah di kawasan Timur Tengah membuat pasokan terganggu dan harga energi melonjak.

Bayu menyebut sekitar 70 persen biaya operasional maskapai menggunakan dolar Amerika Serikat, sementara pendapatan diperoleh dalam rupiah. “Sehingga dengan naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat akan semakin membebani keuangan maskapai penerbangan nasional,” ucapnya.

Harga minyak global pada Maret 2026 tercatat naik dari sekitar US$ 70 per galon menjadi US$ 110 per galon atau meningkat 57 persen. Kondisi ini berdampak langsung pada harga avtur di Indonesia. Jika pada 2019 harga avtur berada di level Rp 10.442, kini sudah mencapai Rp 14.000-15.500 per liter atau melonjak 34-48 persen.

Baca juga :  KFC Jadi Restoran Cepat Saji Terfavorit Di Indonesia

“Harga avtur ini diprediksi akan naik lagi mengikuti kenaikan harga minyak akibat krisis geopolitik global tersebut,” ujarnya.

Rantai Pasok Terganggu, Perawatan Pesawat Melambat

Selain bahan bakar, maskapai juga menghadapi kendala dalam pengadaan suku cadang pesawat. Gangguan rantai pasok membuat pengiriman komponen yang sebelumnya memakan waktu 2-3 hari kini bisa mencapai 7-10 hari. Biaya logistik pun ikut meningkat.

Kondisi ini berdampak pada proses perawatan pesawat yang sedang menunggu komponen (AOG part). Maskapai harus memastikan standar keselamatan tetap terjaga sekaligus menyesuaikan rute penerbangan yang lebih panjang untuk alasan keamanan.

Minta Tambahan Fuel Surcharge dan Stimulus Pemerintah

INACA juga mengusulkan kenaikan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge sebesar 15 persen dari tarif yang saat ini berlaku berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 7 Tahun 2023 tanggal 10 Januari 2023.

Selain itu, asosiasi maskapai meminta dukungan stimulus sementara dari pemerintah, terutama menjelang Lebaran 2026. Bentuk stimulus yang diharapkan antara lain penundaan PPN avtur dan tiket domestik, keringanan biaya bandara atau PJP4U, serta penjadwalan ulang pembayaran kewajiban biaya bandara dan navigasi.

“Serta kebijakan rescheduling pembayaran outstanding biaya bandara dan navigasi tetap dipertahankan,” tutur Bayu.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments