Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaInternasionalKrisis BBM Australia: 600 SPBU Kehabisan Stok

Krisis BBM Australia: 600 SPBU Kehabisan Stok

Energi Juang News, Canberra- Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Australia terus meluas. Menteri Energi Australia Chris Bowen mengonfirmasi jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang kehabisan stok kini telah menembus angka 600 unit.

Hingga Kamis (26/3/2026), tercatat sebanyak 608 SPBU di berbagai wilayah tidak memiliki persediaan solar maupun bensin. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 8 persen dari total 7.798 SPBU di negara itu, sebagaimana dilaporkan The Nightly.

Kondisi ini menandai krisis bahan bakar terburuk sejak gejolak minyak pada era 1970-an. Dampaknya mulai merembet ke rantai distribusi pangan nasional.

Wilayah Regional Paling Tertekan

Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dibanding laporan sebelumnya yang mencatat 521 SPBU mengalami kekurangan pasokan.

Negara Bagian New South Wales (NSW) menjadi wilayah yang paling terdampak. Sebanyak 314 SPBU atau sekitar 13 persen mengalami kekurangan setidaknya satu jenis BBM. Dari jumlah tersebut, 48 SPBU dilaporkan benar-benar kehabisan stok.

Lonjakan juga terjadi di Western Australia. SPBU tanpa pasokan solar meningkat drastis menjadi 40 unit dari sebelumnya hanya empat unit.

Di Victoria, tercatat 45 SPBU tidak memiliki solar, sementara 72 lainnya kehabisan bensin. Kondisi serupa juga dilaporkan di Queensland dengan 55 SPBU tanpa solar dan 33 SPBU tanpa bensin reguler.

Baca juga : Kepala IEA Peringatkan Krisis Energi Dahsyat Akibat Perang AS-Iran

Bowen mengakui kondisi ini cukup mengkhawatirkan, terutama bagi wilayah luar kota. “Ada kekurangan yang nyata, terutama di daerah regional, yang perlu segera ditangani,” ujar Bowen dalam sesi Question Time di parlemen, Kamis.

Ia menilai lonjakan permintaan energi pasca serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari menjadi pemicu utama gangguan distribusi. “Kami melihat permintaan meningkat sangat tajam. Para pemasok, secara wajar dan sah secara hukum, memastikan bahwa mereka menyuplai bensin kepada pihak yang telah memesan sebelumnya, yaitu orang-orang dalam kontrak,” tambahnya.

Baca juga :  Gus Falah: Seruan Larangan Azan Di Israel, Bukti Menguatnya Intoleransi

Pemerintah Kejar Pemulihan Pasokan

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Australia mengklaim berhasil mengamankan pasokan alternatif untuk menggantikan enam pengiriman BBM yang sebelumnya dibatalkan atau tertunda.

“Pasokan ke negara kita tetap kuat. Dari enam kapal yang kami informasikan batal pada akhir pekan lalu, semuanya telah digantikan dengan pasokan alternatif dari negara lain,” tegas Bowen.

Dua kilang utama di Australia juga meningkatkan distribusi ke wilayah regional. Pengiriman dari Ampol ke regional South Australia dilaporkan naik 44 persen dibandingkan tahun lalu.

“Jika Anda menggabungkan Ampol dan Viva, mereka menyuplai jauh lebih banyak bensin dan solar ke regional Australia sekarang dibandingkan setahun lalu. Ini adalah upaya mengejar peningkatan permintaan yang masif,” jelasnya.

Dampak Mulai Mengancam Ketahanan Pangan

Gangguan pasokan energi tidak hanya memukul sektor transportasi, tetapi juga mulai berdampak pada pertanian. Para petani memperingatkan potensi kelangkaan pupuk yang bisa mengganggu musim tanam mendatang.

CEO GrainGrowers Shona Gawel menyebut cadangan pupuk nasional kini berada di level kritis. “Australia saat ini hanya memiliki sekitar enam minggu pasokan pupuk di tangan. Tanpa tindakan, kita berisiko merusak bukan hanya panen musim ini, tetapi juga ketahanan jangka panjang sistem produksi pangan Australia,” kata Gawel.

Saat ini Australia memiliki cadangan bahan bakar sekitar 38 hari. Angka tersebut sedikit lebih baik dibandingkan Selandia Baru yang hanya memiliki stok untuk 21 hari.

Pemerintah dijadwalkan membahas situasi ini dalam pertemuan Kabinet Nasional pekan depan guna merumuskan langkah mitigasi lanjutan.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments