Kamis, Juni 4, 2026
spot_img
BerandaPergerakanEsteria Tamba: Perkuat Independensi Satgas PPKS Untuk Perangi Pelecehan Seksual!

Esteria Tamba: Perkuat Independensi Satgas PPKS Untuk Perangi Pelecehan Seksual!

Energi Juang News, Jakarta- Esteria Tamba, Sekretaris Jenderal Pemuda Parlemen Indonesia, menanggapi fenomena pelecehan seksual verbal di ruang digital yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).

Terkait hal itu, Esteria menyoroti urgensi transformasi kurikulum. Ia menegaskan bahwa integritas moral tidak bisa digantikan oleh hafalan undang-undang.

“Menurut saya juga, diperlukan penguatan independensi Satgas PPKS (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) untuk menanggulangi berbagai bentuk pelecehan seksual di lingkungan kampus,” ujar Esteria, dalam webinar nasional bertajuk “Krisis Etika Calon Penegak Hukum: Membedah Skandal Pelecehan di FH UI” yang digelar Bidang Sarinah DPC GMNI Jakarta Timur, baru-baru ini.

Esteria, yang juga aktif di Institut Sarinah ini juga mengatakan pergeseran budaya hukum penting dilakukan, agar Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dapat ditegakkan secara konsisten.

“Pergeseran budaya hukum menjadi penting, agar UU TPKS ditegakkan sehingga tak ada ruang impunitas bagi siapa pun, termasuk mahasiswa dari almamater ternama,” tegas Esteria, yang juga kader GMNI Jambi.

Dalam opening speech sekaligus pembukaan webinar ini, Tiarma Simanjuntak selaku Wakabid Sarinah DPC GMNI Jakarta Timur, menyampaikan pesan kuat mengenai ironi yang terjadi di lingkungan akademis.

“Hari ini kita berdiri di hadapan kenyataan pahit bahwa institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan, justru melahirkan bibit-bibit yang menormalisasi kekerasan melalui dalih ‘diam berarti consent’. Hal ini bukan sekadar kekhilafan individu, melainkan sinyal bahaya akan adanya ‘ruang gelap’ dalam budaya mahasiswa yang masih melanggengkan objektifikasi perempuan,” tegas Tiarma.

Pembicara lain dalam kegiatan yang dipandu oleh Agnes Gulo sebagai MC dan dimoderatori oleh Eva Lestina Wijaya ini adalah Maria Manjur dari PMKRI Jakarta Timur St. Petrus Kanisius. Dia menyatakan keprihatinan mendalam terhadap sistem pendidikan karakter di universitas. Ia mendesak agar pihak kampus tidak menutup mata demi menjaga reputasi.

Baca juga :  LMND: Selain RUU Perampasan Aset, Pembuktian Terbalik Penting Untuk Berantas Korupsi

Baginya, tindakan amoral di lingkungan kampus harus dihentikan dengan pengawalan kasus yang transparan dan berkelanjutan agar kampus kembali menjadi ruang aman bagi mahasiswa, bukan ruang ketakutan yang penuh intimidasi.

 

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments