Selasa, April 21, 2026
spot_img
BerandaInternasionalGempa Jepang 7,7 Picu Evakuasi Besar

Gempa Jepang 7,7 Picu Evakuasi Besar

Energi Juang News, Tokyo – Guncangan kuat menggoyang wilayah timur laut Jepang pada Senin (20/4/2026). Warga sempat panik dan berhamburan keluar bangunan saat getaran berlangsung cukup lama. Sejumlah saksi menyebut kepala mereka terasa pusing akibat lamanya guncangan.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 itu memicu peringatan tsunami di sepanjang pesisir timur laut. Otoritas setempat langsung mengeluarkan instruksi evakuasi untuk mencegah risiko korban.

Evakuasi Massal dan Peringatan Tsunami

Pemerintah Jepang meminta sekitar 156.000 warga di lima prefektur segera meninggalkan rumah mereka. Langkah ini diambil setelah muncul kekhawatiran gelombang tsunami dapat menyusul gempa utama.

Sebelumnya, peringatan tsunami sempat berada pada level lebih tinggi sebelum akhirnya diturunkan menjadi imbauan (advisory). Meski begitu, warga tetap diminta menjauhi laut dan tidak kembali ke wilayah pesisir.

Aplikasi peringatan darurat NERV juga menegaskan hal serupa. Warga diimbau menghindari perairan terbuka hingga ada pengumuman resmi bahwa situasi benar-benar aman.

Tingkatan Peringatan Tsunami di Jepang

Badan Meteorologi Jepang membagi peringatan tsunami menjadi tiga level. Level terendah adalah tsunami advisory, yang dikeluarkan untuk potensi gelombang di bawah satu meter. Pada tahap ini, warga diminta segera keluar dari laut dan menjauh dari pantai.

Level berikutnya adalah tsunami warning. Status ini berlaku jika gelombang diperkirakan mencapai hingga tiga meter. Warga di wilayah terdampak harus segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Adapun peringatan tertinggi adalah major tsunami warning. Status ini dikeluarkan jika gelombang diprediksi melampaui tiga meter dan berpotensi datang berulang kali.

Gelombang Awal dan Ancaman Susulan

Sebelum status diturunkan, otoritas sempat memperingatkan kemungkinan datangnya gelombang kedua yang lebih besar. Hal ini menjadi perhatian karena tsunami sering kali tidak datang hanya sekali.

Baca juga :  Trump Desak Putin Akhiri Perang dengan Ukraina

Gelombang pertama setinggi sekitar 40 sentimeter tercatat di Pelabuhan Miyako, Prefektur Iwate. Meski tergolong kecil, pihak berwenang menegaskan bahwa gelombang dengan ketinggian rendah tetap bisa membahayakan, terutama bagi warga di sekitar pesisir dan aktivitas pelayaran.

Hingga saat ini, pemerintah Jepang terus memantau perkembangan situasi dan meminta masyarakat tetap waspada.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments