Energi Juang News, Jakarta- Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat menuai sorotan publik setelah muncul perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta. Polemik tersebut ramai dibahas di media sosial dan memicu protes dari sejumlah pihak.
Merespons hal itu, MPR RI melalui Sekretariat Jenderal menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. MPR juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba.
MPR Minta Maaf atas Polemik Penilaian
Dalam pernyataan resminya, MPR RI mengakui adanya kelalaian dari dewan juri yang memicu polemik pada ajang LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat.
“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri,” tulis MPR melalui akun Instagram resminya, Selasa (12/5/2026).
MPR menegaskan kegiatan pendidikan seperti LCC harus menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, dan keadilan. Penilaian dalam perlombaan juga disebut harus dilakukan secara profesional dan transparan.
Selain meminta maaf, MPR menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang tetap memberi perhatian terhadap pendidikan kebangsaan.
Juri dan MC Dinonaktifkan
Sebagai langkah awal, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC yang bertugas dalam perlombaan tersebut.
Keputusan itu diambil setelah video penilaian lomba beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, juri memberikan nilai berbeda terhadap jawaban serupa dari dua kelompok peserta.
Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai lima poin saat menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota BPK. Sementara jawaban yang dianggap serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru memperoleh nilai 10 dari juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.
Peserta dari Grup C sempat mengajukan protes karena merasa jawaban mereka tidak berbeda. Namun, juri menilai jawaban tersebut tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
MPR Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika yang terjadi dalam perlombaan tersebut.
Saat ini, panitia disebut tengah melakukan penelusuran internal terhadap proses penilaian jawaban peserta. MPR juga berjanji mengevaluasi seluruh aspek teknis pelaksanaan lomba.
Evaluasi itu mencakup mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola penyampaian keberatan dalam perlombaan.
MPR berharap perbaikan tersebut dapat membuat pelaksanaan LCC Empat Pilar ke depan berjalan lebih baik, transparan, dan akuntabel.
Redaksi Energi Juang News



