Rabu, Mei 20, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisBitcoin Depot Bangkrut, Ribuan ATM Kripto Mati

Bitcoin Depot Bangkrut, Ribuan ATM Kripto Mati

Energi Juang News, Washington DC- Perusahaan operator ATM aset digital terbesar di dunia, Bitcoin Depot, resmi menghentikan operasionalnya setelah mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat. Dampaknya, ribuan mesin ATM kripto yang tersebar di sejumlah negara kini tidak lagi berfungsi.

Perusahaan yang sahamnya tercatat di Nasdaq tersebut mengajukan pailit secara sukarela melalui skema Chapter 11 di Pengadilan Kebangkrutan Distrik Selatan Texas pada Senin (18/5/2026) waktu setempat. Dalam proses itu, Bitcoin Depot akan melepas aset perusahaan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Jaringan ATM Kripto Resmi Offline

Sepanjang 2025, Bitcoin Depot masih mengoperasikan 9.276 kios ATM kripto di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Mesin tersebut digunakan pelanggan untuk menukar uang tunai menjadi Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Kini, seluruh jaringan ATM milik perusahaan itu telah offline. Penutupan operasional dilakukan setelah kondisi keuangan perusahaan terus memburuk sejak awal tahun.

Pada kuartal I-2026, pendapatan Bitcoin Depot turun 49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga mencatat kerugian sebesar US$9,5 juta. Padahal pada kuartal I-2025, Bitcoin Depot masih membukukan laba US$12,2 juta.

Selain itu, laba kotor perusahaan merosot tajam hingga 85 persen menjadi US$45 juta.

Regulasi Jadi Tekanan Utama

CEO Bitcoin Depot, Alex Holmes, mengatakan aturan yang semakin ketat di berbagai negara bagian menjadi salah satu penyebab utama bisnis ATM kripto sulit bertahan.

Menurut dia, sejumlah wilayah mulai menerapkan kewajiban kepatuhan tambahan, termasuk pembatasan transaksi hingga larangan operasional mesin Bitcoin Teller Machine (BTM).

“Pengembangan aturan terbaru telah berdampak pada bisnis dan keuangan Bitcoin Depot. Dalam kondisi saat ini, model bisnis perusahaan tidak bisa bertahan,” ujar Holmes, dikutip dari CNBC Indonesia.

Baca juga :  Harga Emas Antam Anjlok Rp 177 Ribu, Ini Biang Keroknya

Terseret Dugaan Penipuan Kripto

Selain tekanan regulasi, Bitcoin Depot juga menghadapi gugatan dari jaksa agung Massachusetts dan Iowa. Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan fasilitasi penipuan melalui ATM kripto.

Kerugian akibat penipuan yang melibatkan ATM aset digital dilaporkan mencapai US$389 juta sepanjang 2025. Angka itu naik 58 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kasus ini kembali memicu sorotan terhadap pengawasan industri ATM kripto yang selama beberapa tahun terakhir berkembang pesat di sejumlah negara.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments