Jumat, Mei 22, 2026
spot_img
BerandaInternasionalIran Kawal 31 Kapal Melintasi Selat Hormuz

Iran Kawal 31 Kapal Melintasi Selat Hormuz

Energi Juang News, Jakarta- Ketegangan di kawasan Teluk Persia belum mereda setelah meningkatnya aktivitas militer di sekitar jalur pelayaran internasional. Di tengah situasi tersebut, otoritas Iran memastikan arus perdagangan laut tetap berjalan melalui pengawasan ketat di perairan strategis kawasan itu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan sedikitnya 31 kapal komersial berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dalam 24 jam terakhir. Kapal-kapal itu terdiri dari tanker minyak hingga kapal kontainer yang melintas di bawah koordinasi Angkatan Laut IRGC.

Pernyataan tersebut disampaikan Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC pada Kamis (21/5) waktu setempat, seperti dikutip Press TV, Jumat (22/5/2026).

IRGC menilai situasi keamanan di Teluk Persia memburuk akibat kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Meski demikian, Iran mengklaim tetap membuka jalur aman demi menjaga kelangsungan perdagangan internasional.

Iran Perketat Pengawasan di Selat Hormuz

Dalam keterangannya, Angkatan Laut IRGC menyebut pihaknya terus berupaya menjaga jalur pelayaran tetap aman di tengah meningkatnya ketegangan regional.

“Meskipun terjadi agresi militer teroris AS dan terciptanya ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz, Angkatan Laut IRGC berupaya membangun jalur yang jelas dan aman untuk perlintasan dan kelanjutan perdagangan global,” demikian pernyataan IRGC.

Sebelumnya, Iran menetapkan zona manajemen pengawasan di Selat Hormuz. Kebijakan itu diumumkan pada Rabu (20/5) waktu setempat. Teheran menegaskan seluruh kapal yang melintasi koridor strategis tersebut wajib melakukan koordinasi dan memperoleh izin resmi.

Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) menjelaskan zona pengawasan mencakup wilayah yang menghubungkan Gunung Mubarak di Iran hingga Fujairah bagian selatan di Uni Emirat Arab (UEA). Area lainnya membentang dari Pulau Qeshm di Iran hingga Umm Al Quwain di UEA.

Baca juga :  Palestina Ajukan Resolusi Ke Majelis Umum PBB Untuk Akhiri Pendudukan Israel

IRGC Disebut Punya Peran Sentral

Iran memperkuat kendali de facto atas Selat Hormuz melalui pos pemeriksaan militer, inspeksi kapal, hingga pengaturan diplomatik. Dalam beberapa kasus, Iran juga disebut menerapkan biaya keamanan bagi kapal yang ingin melintas dengan aman.

Menurut laporan Reuters yang mengutip pejabat pelayaran Asia dan Eropa serta sumber dari Iran dan Irak, IRGC memegang peran utama dalam sistem transit terbaru di Selat Hormuz.

Kapal-kapal yang terhubung dengan negara sekutu Teheran, seperti China dan Rusia, disebut mendapat prioritas dalam sistem tersebut. Sementara kapal dari negara lain kemungkinan memerlukan pengaturan tambahan atau pembayaran tertentu antar pemerintah.

Dokumen PGSA yang dikirim kepada pelaku industri pelayaran menyebut pemilik kapal wajib menyerahkan informasi rinci kepada IRGC. Data itu mencakup nilai muatan, bendera kapal, asal dan tujuan pelayaran, identitas pemilik serta pengelola kapal, hingga kewarganegaraan awak kapal.

Setelah dokumen diperiksa, IRGC dapat melakukan inspeksi fisik terhadap kapal yang melintas. Pemeriksaan juga melibatkan sejumlah lembaga Iran lainnya, termasuk Organisasi Pelabuhan dan Maritim, Kementerian Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan, serta pengawas keamanan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments