Energi Juang News, Jakarta- Masyarakat kini bisa memperoleh bahan bakar dengan harga lebih rendah mulai awal Juli 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah evaluasi berkala yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan pasar energi global dan kondisi ekonomi nasional.
Perubahan tarif berlaku efektif pada Rabu, 1 Juli 2026. Sejumlah produk mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, bahkan mencapai 15 persen untuk beberapa jenis bahan bakar.
Rincian Penurunan Harga BBM Nonsubsidi
PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dijalankan sesuai mekanisme penetapan harga.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada pergerakan harga minyak dunia. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan aspek fiskal, daya beli masyarakat, serta kondisi perekonomian nasional.
“Langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Rabu dini hari.
Berikut daftar harga terbaru BBM nonsubsidi Pertamina:
- Pertamax Turbo turun 7 persen dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter atau lebih murah Rp1.450 per liter.
- Pertamina Dex turun 15 persen dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter atau berkurang Rp3.650 per liter.
- Dexlite turun 14 persen dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter atau turun Rp3.300 per liter.
- Avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta (sebelum pajak) turun 14 persen dari Rp22.190 menjadi Rp19.190 per liter atau lebih rendah Rp3.000 per liter.
Pertamina Sebut Kualitas Produk Tetap Terjaga
Kitty menegaskan bahwa penyesuaian harga tidak mengurangi kualitas produk yang dipasarkan Pertamina. Menurutnya, seluruh BBM tetap memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.
Ia mengatakan masyarakat diharapkan memperoleh manfaat lebih, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar, melalui harga yang lebih kompetitif dan kualitas produk yang tetap terjaga.
Redaksi Energi Juang News



