Energi Juang News, Arab- Sebuah pesawat kargo dilaporkan hilang tidak lama setelah lepas landas dari Uni Emirat Arab menuju Pakistan. Setelah operasi pencarian selama sekitar 12 jam, tim penyelamat akhirnya menemukan puing-puing pesawat di perairan Laut Arab, lepas pantai Ormara, Pakistan.
Otoritas setempat masih berupaya menemukan lima awak yang berada di dalam pesawat. Sementara itu, penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden terus berlangsung.
Puing Pesawat K2 Airways Berhasil Diidentifikasi
Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan menyatakan puing Boeing 737 K2 Airways berhasil diidentifikasi pada Rabu (8/7). Pesawat tersebut menjalankan penerbangan kargo dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi.
“Upaya sedang dilakukan untuk menemukan awak pesawat yang hilang,” demikian pernyataan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan yang dikutip pada Kamis (9/7/2026).
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan tersebut. Pemerintah juga menginstruksikan otoritas penerbangan sipil, angkatan laut, dan angkatan udara untuk mengerahkan seluruh sumber daya guna mempercepat proses pencarian dan penyelamatan.
Data Radar Ungkap Dugaan Gangguan Sebelum Hilang Kontak
Berdasarkan data radar awal, pesawat mengalami kendala beberapa saat sebelum hilang dari pantauan. Otoritas menyebut pesawat sempat kehilangan ketinggian secara tiba-tiba, lalu berbelok tajam beberapa menit kemudian.
Data pelacakan penerbangan juga menunjukkan pola penerbangan yang tidak normal. Pesawat tercatat turun, kembali naik, lalu mengalami penurunan yang sangat tajam sebelum sinyalnya menghilang.
Transmisi terakhir dari kokpit mengindikasikan situasi darurat. Awak pesawat dilaporkan memberi tahu pengatur lalu lintas udara bahwa pesawat berada dalam kondisi “berguling atau mengapung” setelah sebelumnya melaporkan gangguan pada sistem navigasi.
Kontak dengan pesawat terputus sekitar pukul 21.21 WIB ketika berada sekitar 155 mil laut atau sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi. Rekaman pelacakan juga memperlihatkan komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara terhenti tidak lama setelah pesawat meninggalkan wilayah udara Uni Emirat Arab.
Riwayat Pesawat dan Proses Investigasi
K2 Airways menyatakan telah bekerja sama penuh dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan dan seluruh instansi terkait dalam proses investigasi. Maskapai juga telah mengungkap identitas lima awak pesawat serta menyampaikan doa bagi keselamatan mereka.
Pesawat yang mengalami kecelakaan diproduksi pada 1999. Sebelum beroperasi sebagai pesawat kargo, armada tersebut pernah digunakan sebagai pesawat penumpang oleh Aeroflot dan Garuda Indonesia. Pesawat kemudian dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012.
K2 Airways mulai mengoperasikan Boeing 737 tersebut pada 2024. Hingga kini, pesawat itu merupakan satu-satunya armada yang dimiliki maskapai.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Apabila seluruh awak dipastikan meninggal dunia, insiden ini akan menjadi kecelakaan pesawat fatal pertama di Pakistan sejak tragedi Pakistan International Airlines Flight 8303 yang menewaskan 97 orang pada 2020.
Redaksi Energi Juang News



