Energi Juang News,jakarta- Telah ditemukan seorang mahasiswi berinisial S ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi mengungkap korban meninggal dunia setelah diduga dicekoki Narkoboy saat mengikuti pesta karaoke di Tangerang.
Peristiwa itu bermula ketika ID mengajak S dan sejumlah rekannya karaoke pada Rabu (2/9/2026) malam. Saat berada di tempat karaoke, ID disebut menyuruh korban dan rekan-rekannya mengonsumsi ekstasi.
Korban sempat menolak. Namun, polisi menyebut ID kemudian memaksa dan mencekoki korban serta rekannya dengan masing-masing setengah butir ekstasi.
Pemberian Narkoboy itu kembali dilakukan. Setelah karaoke selesai, ID memberikan obat jenis Riklona kepada korban dan rekannya. Masing-masing disebut mendapatkan dua butir, itulah yang membuat tubuh korban mengalami intoksikasi atau keracunan akibat paparan zat Narkoboy.
Bukannya diajak ke dokter untuk disuntik, ID malah ngajak korban bersama sejumlah saksi menginap di sebuah hotel di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Karena ID punya keahlian terpendam yaitu “keahlian nyuntik” korban.
Sesampainya di hotel, S terlihat lemas hingga harus dipapah untuk masuk ke dalam.
“Sial belum “disuntik” sudah lemes duluan” umpat ID.
Sesampainya di kamar, korban ditinggal dikamar hotel sendirian, ID harus kerja daripada terancam sanksi PHK .
Sudah tahu teman pestanya lemes dicekoki Narkoboy, eh bukannya peduli malah ditinggal dihotel untuk kerja. ID ternyata lebih takut kena sanksi bos daripada kena sanksi pidana.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan pria berinisial ID, yang merupakan teman pesta korban, sebagai tersangka.
ID bukanlah dokter yang harus terukur beri obat pasien. Tapi ID ini punya tindakan tak terukur, apa mungkin karena lupa bawa meteran?
Ya enggaklah, dia kan bukan tukang, tanggungjawab laah..
Redaksi Energi Juang News




