Energi Juang News, Yogyakarta – Gempa Jogja berkekuatan magnitudo (M) 5,4 mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Selasa (27/10/2026) malam, tepatnya pukul 21.43 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang berpusat di perairan dekat Kabupaten Gunungkidul ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Berdasarkan rilis resmi BMKG di akun X (Twitter), titik episentrum gempa terletak pada koordinat 9,20 Lintang Selatan (LS) dan 110,39 Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di laut pada jarak 137 kilometer arah barat daya Gunungkidul, DIY, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Disusul Gempa Susulan M 4,3
Hanya berselang tiga menit dari guncangan pertama, BMKG kembali mencatat adanya aktivitas gempa susulan pada pukul 21.46 WIB dengan kekuatan yang lebih kecil, yakni M 4,3.
Gempa kedua ini berpusat di koordinat 8,79 LS dan 110,44 BT, atau berjarak sekitar 90 kilometer arah selatan Gunungkidul dengan kedalaman yang sama, yaitu 10 kilometer.
Sejumlah warganet di media sosial X turut merespons informasi tersebut. Mayoritas warga mengaku guncangan pertama terasa cukup jelas, sedangkan gempa susulan nyaris tidak dirasakan.
“Yang susulan enggak kerasa deh, tapi yang pertama kerasa banget,” tulis salah satu warganet melalui akun @ameliaaaMut di kolom balasan unggahan BMKG.
Menyikapi rentetan aktivitas tektonik ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.
Daftar Wilayah yang Merasakan Getaran
BMKG melaporkan bahwa guncangan gempa utama M 5,4 dirasakan dengan skala intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity) di berbagai kabupaten/kota lintas provinsi, meliputi:
-
DI Yogyakarta: Bantul, Sleman, Kulon Progo.
-
Jawa Tengah: Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Banjarnegara.
-
Jawa Timur: Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Blitar, Lumajang.
Sebagai informasi, skala II MMI menunjukkan bahwa getaran dirasakan oleh beberapa orang yang sedang berada di dalam rumah dalam kondisi tenang, serta membuat benda-benda ringan yang tergantung seperti lampu hias sedikit bergoyang. Pada skala intensitas ini, gempa bumi umumnya tidak menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan maupun infrastruktur.
Redaksi Energi Juang News




