Energi Juang News, Jakarta- Kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu Amerika Serikat (AS) telah melenyapkan pasar senilai ratusan miliar dolar dari perusahaan-perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat dan Asia. Saham perusahaan-perusahaan di sektor teknologi dan AI anjlok menyusul kemenangan Partai Demokrat yang mengusung isu perlambatan AI.
Indeks komposit Nasdaq yang sarat emiten teknologi ditutup turun lebih dari 5,5%, kehilangan perkiraan nilai pasar USD 2,5 triliun. Aksi jual terjadi di tengah kekhawatiran apakah dana besar untuk AI akan membuahkan hasil.
Di Asia, indeks sarat teknologi turun tajam Jumat pagi karena saham-saham perusahaan pembuat chip komputer dan peralatan lain yang menopang AI anjlok.
Nikkei 225 di Jepang turun 6% pada awal perdagangan karena saham pembuat chip memori Kioxia anjlok lebih dari 12,6% dan pesaingnya Tokyo Electron turun 9,5%. Pembuat chip asal Korea Selatan, SK Hynix, anjlok lebih dari 11,5%, sementara Samsung turun hampir 10%.
Aksi jual di Seoul membuat indeks Kospi anjlok lebih dari 8,5%, memicu circuit breaker, mekanisme penghentian perdagangan sementara untuk menahan penjualan panik. Indeks Taiex Taiwan anjlok lebih dari 8,3%, dengan raksasa pembuat chip TSMC turun hampir 8,5%.
Anggota Partai Demokrat dalam pemilihan di seluruh AS berkampanye untuk memperlambat pertumbuhan data center dan AI. Demokrat memenangkan Senat maupun Dewan Perwakilan Rakyat AS, mengambil alih kendali Kongres.
Gubernur Texas terpilih dari Demokrat, Gina Hinojosa, berkampanye menentang data center. Dalam unggahan di medsos, Trump menyalahkan lawan politiknya atas penurunan ini. “Pasar Saham mengalami salah satu Hari Terburuk dalam Sejarah berdasarkan hasil Pemilu,” katanya.
“Ingat, ini bukan salah Partai Republik, tapi Dumocrats (ejekan untuk Demokrat). Namun jangan takut, kita akan segera, dengan satu atau lain cara, menjadi LEBIH BESAR DAN LEBIH KUAT DARI SEBELUMNYA. JADIKAN AMERIKA HEBAT KEMBALI!,” imbuhnya.
Redaksi Energi Juang News




