Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 777

Amerika Mundur Dari Hilirisasi Batu Bara, China Didamba

Gerak News, Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan proyek hilirisasi batubara menjadi dimethyl ether (DME) hingga kini belum ada kelanjutan.

Hal tersebut menyusul mundurnya perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products and Chemicals Inc. di dalam proyek kerja sama hilirisasi tersebut. Namun demikian, saat ini pemerintah sedang menjajaki kerja sama dengan mitra strategis asal China.

Sedang dijajaki dengan China tapi lupa namanya ya,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM Lana Saria di Gedung DPR, Rabu (19/6/2024).

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan saat ini pemerintah terus mencari investor yang cocok untuk merealisasikan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Salah satunya dari negara China.

“Secara teknologi kan yang saya tahu adanya di Amerika Serikat, sama dulu ada di Afrika Selatan, ada tuh Sasol (pabrik konversi batu bara Afrika Selatan). Tapi sekarang China juga udah punya hal seperti itu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Kamis (30/11/2023).

Oleh sebab itu, Dadan menyebut saat ini Indonesia membuka kesempatan pada investor asing yang memiliki teknologi hilirisasi batu bara, untuk bisa mengembangkan program hilirisasi batu bara dalam negeri.

“Kita basisnya itu terbuka, investasi terbuka untuk siapapun yang bisa berikan manfaat lebih saja untuk negara dan itu basisnya kan businesstobusiness antara perusahaan nasional yang melakukan kerja sama,” kata Dadan.

Saat ini perusahaan pertambangan batu bara dalam negeri juga terus berupaya dalam mencari investor agar bisa menjalankan program hilirisasi batu bara di Tanah Air.

Tapi upaya-upaya ini terus jalan misal PTBA, KPC, Arutmin, Berau, Kideco Jaya Agung. Itu sekarang lagi berupaya melakukan itu (hilirisasi). Kenapa? Karena kebijakan pemerintah ESDM aturannya adalah untuk peraturan pertambangan itu harus ada hilirisasi nya,” tandasnya.

Redaksi Gerak News

Gus Falah Dukung Sinergi Pertamina-Korea Kembangkan Terminal LNG

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah mendukung sinergi PT Pertamina (Persero), melalui PT Pertamina Gas, dengan Korea Selatan untuk mengembangkan terminal hub LNG di Arun, Lhokseumawe, Aceh.

Gus Falah menyatakan, keinginan Pertamina menjadikan terminal LNG Arun sebagai hub LNG terbesar di Asia, bisa terwujud bila menggandeng mitra yang tepat.

“Korea Selatan memang mitra yang tepat untuk itu, karena mereka sangat teruji dalam mengembangkan terminal LNG,” ujar Gus Falah, Kamis (20/6/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, data Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menunjukkan bahwa Korea Selatan adalah negara yang cepat mengembangkan terminal impor dan penyimpanan LNG.

IEEFA memperkirakan industri LNG di Korea mengucurkan dana sebesar US$8,7 miliar untuk pembangunan infrastruktur yang sedang dalam tahap konstruksi.

Karena itu, memang tepat Pertamina bermitra dengan Korea untuk pengembangan terminal LNG Arun,” ungkap Gus Falah.

“Dan terminal  LNG Arun juga tepat untuk dikembangkan, karena berada di jalur pelayaran internasional yang menghubungkan sumber pasokan dan pasar LNG, jadi sangat strategis,” pungkasnya.

Sinergi antara Pertamina dan Korea Selatan merupakan implementasi kerja sama kemaritiman Indonesia dan Korea yang ditandai penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama maritim pada 16 Mei 2016.

Dalam kesepakatan ini, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama di bidang kemaritiman, termasuk sektor energi, dengan melakukan studi bersama mengenai pemanfaatan platform lepas pantai Pertamina untuk perikanan, penyimpanan karbon, dan regasifikasi LNG.

Redaksi Gerak News

Menteri Agama Respons Keluhan Soal Tenda Jemaah Haji Di Mina

Gerak News, Jakarta- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas merespons keluhan tenda jemaah haji Indonesia diMina, Arab Saudi. Ia merespons kritik ruang yang tersedia untuk jemaah di tenda hanya 0,8 meter per-orang.

Yaqut berdalih wilayah Mina sangat terbatas. Dengan kuota 213.320 jemaah, maka ruang yang tersedia kurang dari 0,8 meter persegi per orang.

“Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Sehingga, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan,” ujar Yaqut dalam keterangan resmi, Rabu (19/6).

“Dalam keterbatasan wilayah, ada tantangan kenyamanan, bahkan keselamatan jiwa. Ini yang perlu menjadi pertimbangan,” lanjut Yaqut.

Kendati demikian, Yaqut bersyukur karena menurutnya proses puncak haji berjalan lancar. Yaqut mengatakan dinamika di Mina menjadi bagian yang akan dievaluasi oleh Kementerian Agama.

Lebih lanjut, Yaqut menyebut pihaknya bakal segera menggelar evaluasi atas penyelenggaraan haji tahun ini. Terdapat sejumlah catatan akan menjadi bahan perbaikan untuk musim haji mendatang.

“Kita tetap akan upayakan kuota tambahan dalam jumlah yang terukur untuk tetap menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah,” kata dia.

Adapun Yaqut mengatakan Indonesia kembali mendapat kuota 221.000 jemaah pada operasional haji 1446 Hijriah/2025 tahun depan.

Kepastian kuota haji 2025 ini diperoleh setelah Yaqut menghadiri Tasyakuran Penutupan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H dan Pemberian Kuota Haji 1446 H.

“Sesuai surat yang saya terima, bahwa Indonesia mendapat 221.000 kuota haji 1446 H/2025 M,” jelas Yaqut.

Yaqut menilai penyelenggaraan ibadah haji 2024 ini berjalan sukses.

Ia menjabarkan sejumlah indikator. Pertama, pelayanan jemaah pada fase kedatangan berjalan lancar.

Yaqut mengatakan kuota jemaah haji reguler sebanyak 213.320 jemaah terserap optimal, hanya menyisakan 45 jemaah yang tidak bisa digantikan karena proses visa sudah ditutup.

“Ini angka kuota tidak terserap yang terkecil dalam lebih 10 tahun penyelenggaraan ibadah haji,” sebut dia.

Indikator kedua menurut Yaqut adalah proses pelayanan jemaah pada fase kedatangan juga berjalan lancar, baik di Madinah maupun Makkah. Ia mengklaim jemaah bisa mendapatkan layanan katering, transportasi, akomodasi, termasuk pelindungan jemaah, dan bimbingan ibadah.

Padahal, kata dia, Indonesia merupakan pengirim jemaah haji terbesar di dunia.

“Layanan fast track untuk kali pertama di tiga embarkasi, Jakarta, Solo, dan Surabaya juga berjalan lancar,” terang dia.

“Layanan katering, bahkan bisa tetap diberikan hingga jelang puncak haji. Ini juga kali pertama dilakukan dalam kuota normal, setelah sebelumnya diterapkan pada 2022,” tambahnya.

Indikator ketiga, lanjut Yaqut, proses puncak haji berjalan lancar. Ikhtiar mitigasi yang dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama otoritas Saudi berhasil memperlancar proses pergerakan jemaah dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina.

“Skema murur atau melintas di Muzdalifah banyak mendapat apresiasi. Jemaah bisa diberangkatkan lebih awal, jam 07.37 waktu Saudi sudah tidak ada di Muzdalifah. Ini patut disyukuri,” imbuh dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan kritik keras terkait kondisi tenda jemaah haji Indonesia di Mina yang sempit dan tak sesuai kapasitas.

“Mengintip jamaah tidur berhimpitan kayak sarden dan di lorong sempit antartenda,” kata Cak Imin dalam sosial media X pribadinya @cakimiNOW.

Cak Imin mengatakan tenda dengan pengguna berlebih ini mengakibatkan banyak jemaah yang tidak kebagian tempat tidur di dalam tenda.

“Satu orang cuma 0,8 meter, artinya 1 meter enggak nyampe, akhirnya tidur di lorong. Ini tidak boleh terulang,” katanya.

Redaksi Gerak News

Logo NU Diedit Terkait Izin Tambang, Reaksi Timbul

Gerak News, Jakarta- Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, turut memberikan tanggapan mengenai kontroversi logo Nahdlatul Ulama (NU) yang diedit menjadi “Ulama Nambang” (UN).

Iman menegaskan bahwa lambang NU, yang dicetuskan pada tahun 1927, tidak ada hubungannya dengan tindakan atau kebijakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode Gus Yahya 2024.

“Lambang NU yang dicetuskan 1927 tidak ada hubungannya dengan sikap PBNU periode Gus Yahya 2024,” ujar Iman dalam keterangannya di aplikasi X @zanatul91 (18/6/2024).

Dikatakan Iman, lambang NU sama seperti lambang Muhammadiyah, MUI, atau bahkan lambang Negara Indonesia.

“Tidak harus diolok-olok hanya karena pimpinannya mengambil kebijakan yang tidak diterima masyarakat atau karena ekspresi kritis,” tandasnya.

Ia mengingatkan bahwa menghormati lambang organisasi, lembaga, atau negara adalah penting, terlepas dari pendapat kita terhadap kebijakan pimpinannya.

Sebelumnya, rencana Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menerima izin usaha tambang dari pemerintah telah memicu kontroversi di kalangan netizen.

Kritik tajam muncul dengan hadirnya logo modifikasi yang menggambarkan PBNU sebagai “Ulama Nambang.

Logo tersebut menggantikan bola dunia pada logo asli NU dengan gambar ekskavator dan mengubah tulisan Nahdlatul Ulama menjadi gambar rupiah dan dolar, serta membalikkan inisial NU menjadi UN.

Redaksi Gerak News

Menteri ESDM: NU Peroleh Izin Tambang Tahun Ini

Gerak News, Jakarta- Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan Nadhlatul Ulama (NU) bakal mendapatkan izin tambangnya tahun ini. Sampai sekarang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) untuk NU masih dalam proses administrasi.

“Iya semuanya dalam proses administrasi. Ini mau buru-buru aja lho. (Keluar tahun ini?) Kayaknya iya,” ungkap Arifin ditemui di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024).

Dia melanjutkan IUPK untuk organisasi masyarakat keagamaan macam NU akan diterbitkan langsung oleh pihaknya. Namun, sebelum itu bagi ormas yang mau melakukan usaha pertambangan harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari Kementerian Investasi/BKPM.

Rekomendasinya dari (Kementerian) Investasi. Izin tambangnya tetap pertambangan kan di kita. Kalau investasi kan izin semua dari BKPM,” beber Arifin.

Ketika ditanya apakah ada ormas lain selain NU yang mengajukan IUPK ke pemerintah, Arifin tak menjawab ada atau tidak. Dia cuma bilang pemerintah masih menunggu minat dari ormas lainnya selain NU. “Kita pokoknya lagi tunggu ini,” katanya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan agar organisasi masyarakat keagamaan bisa mendapatkan izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. PP Nomor 25 Tahun 2024 ini ditetapkan Jokowi pada 30 Mei 2024 dan berlaku efektif pada tanggal diundangkan.

Sejauh ini baru Nadhlatul Ulama (NU) yang terlihat berminat dan mengajukan IUPK tersebut. Sementara itu beberapa ormas lainnya ada yang menolak mentah-mentah ketika diizinkan mengelola tambang.

Redaksi Gerak News

MIND ID Akan Tambah Saham Di Vale

Gerak News, Jakarta- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan menambah modal melalui penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Itu berarti, holding pertambangan MIND ID akan segera menambah 14% saham di Vale.

“Rasio HMETD INCO adalah 8.233:500 untuk saham (setiap pemegang 8.233 saham lama INCO mempunyai 500 HMETD untuk membeli 500 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 3.050 per saham),” bunyi pengumuman BEI seperti dikutip, Senin (17/6/2024).

Harga teoritis saham untuk pasar reguler dan negosiasi pada 19 Juni 2024 sebesar Rp 3.990. Harga teoritis sendiri merupakan harga yang diterapkan bursa sebagai pedoman tawar menawar atas saham pada saat dimulainya perdagangan pertama di pasar reguler setelah adanya penerbitan saham baru. Harga saham INCO pada saat akhir cum di pasar reguler tanggal 14 Juni 2024 tercatat pada harga Rp 4.050.

Dengan demikian, harga teoritis untuk pedoman tawar menawar dan penghitungan Indeks Harga Saham BEI serta Indeks Harga Saham Individual ditetapkan berdasarkan formula (Rp 4.050×8.233) + (Rp 3.050×500)/8.233+500=Rp 3.992,746.

“Harga Teoretis saham INCO yang dicantumkan di JATS untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada tanggal 19 Juni 2024 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp 3.990,” bunyi pengumuman itu lebih lanjut.

Sebelumnya, Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy menyatakan, proses divestasi saham Vale Indonesia akan rampung bulan ini. Dengan begitu, kewajiban divestasi telah rampung.

Sebagai informasi, pemegang saham Vale Indonesia akan melepas saham 14% kepada holding pertambangan MIND ID. Dengan begitu, kepemilikan MIND ID pada Vale Indonesia akan menjadi 34%, dari sebelumnya 20%.

“Targetnya akan rampung bulan ini, bulan ini harusnya sudah rampung semua. Nah dengan rampungnya proses divestasi ini, maka selesai sudah pelaksanaan kewajiban divestasi kita,” katanya dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (10/6).

Dia mengatakan, proses divestasi sendiri berjalan dengan lancar. Dia mengatakan, proses divestasi ini telah dimulai pada 26 Februari yang lalu dengan adanya penandatanganan kesepakatan. Dalam kesepakatan divestasi itu juga disepakati pula skema transaksinya.

“Saya rasa kalau proses divestasi lancar ya, jadi setelah tanda tangan tanggal 26 Februari yang lalu, kan sudah sepakat bahwa eksekusi divestasi akan lewat rights issue dan juga secondary yang akan dilakukan pada saat bersamaan,” ungkapnya.

Redaksi Gerak News

MIND ID Tuntaskan Proyek Hilirisasi Pada 2023

Gerak News, Jakarta- Sepanjang tahun 2023, grup MIND ID telah menyelesaikan proyek hilirisasi pertambangan yang diselaraskan dengan nilai-nilai keberlanjutan.

Proyek-proyek yang tuntas digarap tersebut adalah smelter Tembaga, Jawa Timur, Smelter Feni Haltim P3FH – Maluku Utara, PLTU Sumsel 8 – Sumatra Selatan, proyek Ekosistem EV Battery (JV Tambang dengan CBL), Ekosistem EV Battery (JV FHT).

“Kemudian juga pembangunan kawasan Industri Bukit Asam Coal Based Industrial, Sumatra Selatan, dan Estate (BACBIE), serta Kawasan Industri Kuala Tanjung di Sumatra Utara,” kata Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso, Selasa (18/6/2024).

Perusahaan juga menggarap proyek smelter tembaga dijalankan PT Freeport Indonesia melalui Downstreaming Expansion dan perusahaan siap mengoperasikan fasilitas pemurnian PTFI Smelter Gresik untuk meningkatkan kapasitas pemurnian mineral dari tambang Grasberg.

PT Aneka Tambang Tbk di bawah grup MIND ID mendorong Commodity Monetizing proyek EV Battery. ANTAM mengerjakan Proyek Dragon dan Proyek Titan untuk meningkatkan pemanfaatan komoditas mineral dalam produksi baterai kendaraan listrik.

“Seiring selesainya pembangunan PLTU Sumsel 8 oleh PT Bukit Asam Tbk, perusahaan kini mulai mengebut pembangunan jaringan transmisi 500 KV untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan di provinsi itu,” katanya.

PTBA turut dalam proyek pengembangan bisnis turunan batu bara seperti anoda sheet, artificial graphite, dan MEG untuk meningkatkan nilai tambah dari emas hitam.

Kemudian, proyek Smelter Grade Alumina yang dioperasikan oleh PT Bauksit Alumina Indonesia (PT BAI) atau “Mempawah Project”.

Proyek hilirisasi besutan PT Inalum dan PT Antam ini fokus pada pengembangan infrastruktur dan peningkatan nilai tambah komoditas bauksit di wilayah Mempawah, Kalimantan Barat.

“Kami juga memperkuat alur logistik produk. Bukit Asam melalui “Unlocking Logistic” dengan meningkatkan kapasitas angkutan kereta api untuk mendukung distribusi batu bara di Sumatra Selatan,” katanya.

PT Indonesia Asahan Aluminium dengan “Expand Production Capacity” menjalankan peningkatan kapasitas produksi di Kuala Tanjung, PT Timah Tbk juga turut melakukan perbaikan pola operasi penambangan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Juga pengembangan produk hilirisasi logam timah untuk memperluas pasar dan nilai tambah, dan optimasi pengelolaan mineral ikutan timah seperti zircon untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam.

Redaksi Gerak News

Gus Falah: Masuk Daftar Fortune, Bukti Pengakuan Internasional Pada Pertamina

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan  ditempatkannya PT Pertamina (Persero) di peringkat ketiga terbaik dalam daftar Fortune 500 Asia Tenggara (Southeast Asia/SEA) tahun 2024, menunjukkan pengakuan internasional pada kinerja BUMN Energi tersebut.

Gus Falah menyatakan, Pertamina memang telah terbukti berhasil mencatat kinerja positif di berbagai lini bisnis.

“Di dalam negeri, Pertamina sukses menjadi BUMN yang meraih laba terbesar, Rp72 triliun,” ungkap Gus Falah, Rabu 19 Juni 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, dari aspek produktivitas, produksi migas PT Pertamina justru meningkat ditengah penurunan produksi perusahaan-perusahaan lain di 2023.

Ini semua menunjukkan kinerja Pertamina ‘bukan kaleng-kaleng’,” ujar Gus Falah.

Pertamina juga telah teruji mengakuisisi blok maupun aset migas di mancanegara seperti di Irak, Gabon, Angola, Aljazair, Malaysia, dan Tanzania.

Jadi Pertamina ini sudah jadi pemain global yang sukses juga,” ungkap Gus Falah. 

“Maka tak heran bila ada apresiasi internasional, sebagaimana diberikan Fortune pada Pertamina itu,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

PBNU Dukung KH Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional

Gerak News, Jakarta- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung KH Abbas Abdul Jamil untuk menjadi Pahlawan Nasional. Hal disampaikan melalui surat rekomendasi Pahlawan Nasional 2024 yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal H Saifullah Yusuf pada Jumat (14/6/2024).

Surat Rekomendasi itu ditujukan kepada Menteri Sosial Cq Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan/Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, dan Kesetiakawanan Sosial dengan nomor  surat1902/PB.03/B.I.03.61/99/06/2024.

PBNU dengan ini memberikan rekomendasi kepada Nama KH Abbas Abdul Jamil, tanggal lahir 26 Oktober 1883, tanggal meninggal 24 Januari 1947 untuk menjadi Pahlawan Nasional tahun 2024,” tulis surat tersebut.

Dijelaskan dalam surat tersebut, KH Abbas Abdul Jamil berjasa dalam menjaga kemerdekaan Republik Indonesia melalui perannya dalam memimpin Perang 10 November 1945.

“Memiliki peran dan jasa dalam mempertahankan kemerdekaan RI, yaitu terlibat aktif dalam proses perumusan resolusi jihad 22 Oktober 1945 di Surabaya dan memimpin masa pejuang dari Pesantren Buntet Cirebon untuk berjuang dalam pertempuran 10 November 1945,” tulisnya.

Selain berperan penting dalam Perang 10 November 1945, Kiai Abbas juga sosok ulama multidisipliner. Ia ahli dalam bidang fiqih, tarekat, hingga qiraat.

Dalam pengantarnya pada kitab Kifayatul Mustafid li maa ‘Ala min al-Asanid yang menguraikan sanad keilmuan Syekh Mahfudz, Musniduddunia Syekh Yasin bin Isa al-Fadani menyebut Kiai Abbas sebagai ulama yang muncul berkat didikan Syekh Mahfudz.

Prof KH Ibrahim Hosen, ulama ahli fiqih, mengaku pernah mengaji fiqih kepada Kiai Abbas. “Fiqih itu luas. Jangan terpaku pada satu mazhab saja,” kata Kiai Abbas kepadanya itu suatu ketika, sebagaimana termaktub dalam buku Menapak Jejak, Mengenal Watak: Biografi Ringkas 29 Tokoh NU.

Dalam bidang tarekat, Kiai Abbas merupakan sosok Mursyid Tarekat Syatariyah. Ia mendapatkan ijazah tarekat tersebut dari ayahnya, KH Abdul Jamil, dari kakaknya KH Soleh, dari KH Muhammad Anwar Kriyan, dari Kiai Asy’ari Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Ia juga mengangkat Kiai Muslih dari Jepara sebagai mursyid tarekat tersebut.

Bahkan, Kiai Abbas juga menjadi mula penyebar tarekat Tijaniyah di Indonesia dengan meminta adiknya, KH Anas Abdul Jamil untuk mengambil dan menyebarkannya.

Kiai Abbas juga ahli dalam qiraar, terbukti dengan pernah kitab Hirzul Amani wa Wajhut Tahani atau yang dikenal dengan Matan Asy-Syatibiyah. Kitab berisi seribuan nadham yang membahas cara membaca Al-Qur’an itu diajarkan kepada ulama utusan Banten, yakni KH Tb Sholeh Ma’mun.

Kiai Sholeh dikenal sebagai salah satu pendiri dan ketua Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU).

Redaksi Gerak News

Idul Adha, DPP GMNI Bagikan Daging Kurban Pada Rakyat

Gerak News, Jakarta- Dalam suasana Hari Raya Idul Adha 1445H/2024, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) melaksanakan pemotongan hewan kurban dan pembagian daging kurban kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan ini dilakukan sebagai pengingat pentingnya berbagi kepada sesama, terutama dalam momen yang penuh makna ini.

Sekretaris Jendral DPP GMNI Sujahri Somar menyatakan, Idul Adha merupakan hari besar dalam Islam yang diperingati dengan memotong hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba.

“Hal ini untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya Nabi Ismail AS sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun, Allah menggantikannya Nabi Ismail AS dengan seekor domba sebagai bukti kasih sayang-Nya,” ungkap Sujahri, baru-baru ini.

Dalam semangat ini, sambung Sujahri, umat Muslim di seluruh dunia melaksanakan pemotongan hewan kurban sebagai simbol pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama.

DPP GMNI memahami bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan saja, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat solidaritas sosial.

Dengan memotong hewan kurban dan mendistribusikan dagingnya kepada masyarakat yang membutuhkan, GMNI berusaha menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah-tengah masyarakat,” papar Sujahri 

“Hari Raya Idul Adha mengajarkan kita tentang pentingnya pengorbanan dan kepedulian. Dengan berbagi daging kurban, kita dapat merasakan kebahagiaan bersama dan memperkuat ikatan sosial antar sesama manusia,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News