Energi Juang News– Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Aisyah Zakkiyah, menanggapi desakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta terkait dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan ajudan Menteri PU, Dody Hanggodo, terhadap jurnalis Tempo, Riri Rahayu.
Menurut pernyataan AJI Jakarta, pengawal Dody tidak hanya menghalangi kerja jurnalistik tetapi juga bertindak kasar terhadap Riri. Insiden ini terjadi pada Jumat (21/03/2025) di Kantor Kementerian PU, Jakarta, setelah Dody menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Banjir bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid serta Gubernur Banten, Andra Soni.
“Pengawal menteri bertindak kasar, dan aku yang jadi korban,” ungkap Riri, dikutip Sabtu (22/03/2025).
Aisyah menegaskan Kementerian PU sangat menghormati Kebebasan Pers sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No.40 Tahun 1999 tentang Pers dan Pedoman Pemberitaan sebagaimana diatur oleh Dewan Pers. Dia juga menyinggung latar belakang peristiwa yang dialami jurnalis Tempo.co dan menyebabkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bersuara.
Menurut Aisyah, pada Jumat 21 Maret 2025, Menteri PU Dody Hanggodo menggelar rapat koordinasi pengendalian banjir bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN serta Gubernur Banten di Gedung Utama Kementerian PU.
Pihaknya mengundang media, termasuk Tempo.co yang dalam undangan tersebut menugaskan Riri Rahayu, untuk bisa meliput acara tersebut.
Riri sendiri adalah jurnalis yang selama ini bertugas di lingkup Kementerian PU.
“Oleh karena itu, kami sangat menghargai bantuan Riri yang selama ini menyampaikan kerja-kerja kami kepada publik,” ujar Aisyah Rabu (26/3/2025).
Namun demikian, dia menyayangkan sikap redaksi Tempo.co yang lebih memilih untuk langsung memberitakan dari satu versi saja. Aisyah pun menilai karya jurnalistik tersebut belum memenuhi kaidah sudut pandang kedua pihak yang terlibat (cover both side).
“Kementerian PU sudah beritikad baik mengundang saudari Riri bersama rekan-rekan jurnalis yang hadir pada hari itu untuk berkomunikasi langsung dengan salah seorang ajudan yang disebut di dalam berita sebagai pasukan pengawal,” ungkap Aisyah.
Aisyah juga mengaku pada hari rapat digelar, pihaknya sudah memberikan waktu khusus bagi para jurnalis untuk bertanya, termasuk kesempatan bagi Riri, dalam sesi konferensi pers yang digelar di lobi lantai 1 Gedung Utama.
“Setelah konferensi pers digelar sekitar 20 menit, semua pertanyaan sudah dijawab, Menteri PU harus menuju ke Istana untuk agenda rapat selanjutnya,” cetusnya.
Ketika keluar dari lobi menuju kendaraan, Menteri PU kembali dicegat jurnalis.
Padahal, pihaknya sudah memfasilitasi melalui sesi konferensi pers yang kondisinya nyaman dan kondusif.
Setelah Aisyah melakukan pengecekan secara seksama, tidak ditemukan unsur kekerasan. Namun begitu, pihaknya selalu membuka ruang komunikasi dengan para jurnalis yang selama ini membersamai Kementerian PU.
“Kami selalu berharap, kita bisa saling menghargai dan menjaga keharmonisan dalam melaksanakan tugas dan fungsi kita masing-masing demi kepentingan publik,” tuntas Aisyah.
Redaksi Energi Juang News



