Energi Juang News, Jakarta- Wafatnya Paus Fransiskus membuat cincin yang biasa dipakai Sri Paus, Cincin Nelayan, akan segera dihancurkan.
Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia ke-88 tahun atau tepat hari kedua Perayaan Paskah.
Prosesi berjemur cincin Paus, Cincin Nelayan, merupakan tradisi Katolik yang turun-temurun sejak Paus pertama, Santo Petrus.
Cincin Nelayan harus dihancurkan setelah Paus meninggal sebagai simbol berakhirnya otoritas sang Paus tersebut di dunia.
Penghancuran Cincin Nelayan hingga segel stempel Kepausan juga dilakukan untuk mencegah perlindungan barang tersebut terkait pemalsuan dokumen.
Kenapa cincin yang dikenakan setiap Paus disebut Cincin Nelayan atau Cincin Sang Nelayan?
Nama tersebut diambil dari Paus pertama umat Katolik, Rasul Santo Petrus. Dalam keyakinan Kristiani, Santo Petrus merupakan salah satu sahabat dan murid setia Yesus Kristus.
Santo Petrus dikenal sebagai nelayan yang salih pembawa ajaran Yesus Kristus, dilansir dari Britannica .
Cincin tersebut diberikan pada Santo Petrus saat pelantikannya menjadi Paus atau pemimpin umat tertinggi Katolik dunia.
Tradisi cincin Kepausan, The Fisherman’s Ring pun terus dilestarikan.
Desain standarnya menampilkan gambar Santo Petrus Sang Rasul dan nama Paus yang berkuasa di masing-masing eranya.
Cincin itu mulai berfungsi sebagai cap stempel untuk sejumlah perintah penting Kepausan dari Vatikan pada abad ke-15.
Namun sejak tahun 1842, fungsi cincin Cincin Nelayan mulai digantikan oleh stempel Kepausan.
Cincin Nelayan untuk Paus biasanya terbuat dari emas murni. Namun sejak Paus Fransiskus naik Takhta Suci, cincin yang ia kenakan terbuat dari perak yang dilapisi emas.
Redaksi Energi Juang



