Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaPerjalananNegara Terpencil Ini Longgarkan Kebijakan Kunjungan

Negara Terpencil Ini Longgarkan Kebijakan Kunjungan

Energi Juang News, Jakarta-Turkmenistan, bisa dikatakan sebagai ‘negara terpencil’. Negara itu juga merupakan salah satu tujuan wisata paling tertutup di dunia.

Hal ini bukan tanpa sebab. Sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991, Turkmenistan telah dijalankan oleh pemerintah yang otokratis.

Negara ini secara ekonomi bergantung pada pasokan gas alamnya yang besar. Secara historis, kebijakan imigrasi negara itu beroperasi dengan persyaratan masuk yang sangat, sangat ketat bagi wisatawan dari luar negeri.

Aturannya, visa harus diperoleh terlebih dahulu, dan investor harus menyerahkan ‘surat undangan’ sebelum bisa masuk ke Turkmenistan.

Namun, menurut Independent , undang-undang baru saja disetujui yang berarti negara itu jauh lebih mudah dikunjungi. Pelancong kini hanya perlu mengisi formulir online yang sekelilingnya dan tidak perlu lagi ‘diundang’.

Melansir Time Out , semua tergantung kepada Presiden Turkmenistan Serdar Berdymukhamedov untuk memutuskan jenis visa elektronik yang tersedia dan bagaimana cara mempublikasikannya, serta berapa lama berlaku, tetapi proses baru ini akan membuat hidup lebih mudah bagi mereka yang berkunjung ke negara itu untuk urusan bisnis atau sebagai turis.

Dan dalam hal apa yang harus dikunjungi dan dilihat setelah kamu tiba di Turkmenistan, ada beberapa pemandangan menarik. Kamu bisa memulai kunjungan ke ‘gerbang neraka’.

Tempat ini sebenarnya dikenal sebagai Kawah Gas Darvaza, tetapi kamu akan segera melihat bagaimana jurang berukuran 60 x 20 meter ini bisa mendapatkan nama ‘gerbang neraka’.

Dilaporkan terjadi karena kecelakaan eksplorasi gas pada tahun 1971, kawah tersebut telah terbakar di gurun Kakarum. Para ahli geologi membakarnya untuk mencegah penyebaran gas berbahaya.

Para ahli geologi mengira gas tersebut akan terbakar dalam beberapa minggu, tetapi hal itu ternyata masih terjadi hingga hari ini.

Baca juga :  Sambut Paus Fransiskus, Menparekraf Tertibkan Pungli Di Wisata Religi

Turkmenistan juga terletak di jantung Jalur Sutra, dan Merv, kota oasis yang berawal sebagai pusat perdagangan sekitar 4.000 tahun yang lalu, merupakan situs warisan dunia yang dilindungi UNESCO dan sangat layak dikunjungi.

Lalu ada Ngarai Yangykala yang mencolok, yang berarti benteng berapi dalam Bahasa Indonesia, dan merupakan formasi batuan dramatis sekitar 160 km di timur Türkmenbaşy, Danau Bawah Tanah Köw Ata, Gua Kyrk Gyz, dan Masjid Saparmurat Hajji.

Ibu kota Turkmenistan, Ashgabat dikenal sebagai ‘kota orang mati’ dan memiliki pasar Minggu terkenal yang disebut Tolkuchka Bazaar.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments