Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalKomnas HAM Kritik Gagasan Menteri Pigai Soal Pendidikan Barak untuk Siswa

Komnas HAM Kritik Gagasan Menteri Pigai Soal Pendidikan Barak untuk Siswa

Energi Juang News, Jakarta- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan ketidaksetujuannya terhadap usulan Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, yang ingin menjadikan program pelatihan siswa di barak militer sebagai program nasional.

Menurut Komnas HAM, gagasan tersebut berpotensi melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia dan tidak sejalan dengan pendekatan pendidikan yang menghormati kebebasan individu.

Dalam pernyataannya, Komnas HAM menekankan bahwa pendidikan harus berbasis pada nilai-nilai demokrasi dan HAM. “Kami menolak ide tersebut karena bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM yang menjunjung tinggi kebebasan dan hak individu,” ujar perwakilan Komnas HAM. Mereka juga menambahkan bahwa pendekatan militeristik dalam pendidikan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis dan sosial siswa.

Sementara itu, Menteri Pigai berpendapat bahwa pelatihan di barak militer dapat membentuk karakter disiplin dan cinta tanah air pada generasi muda. “Kami ingin menciptakan generasi yang tangguh dan berkomitmen terhadap negara,” kata Pigai. Namun, Komnas HAM menilai bahwa cara tersebut bukanlah pendekatan yang tepat dalam membentuk karakter siswa.

Komnas HAM juga mengingatkan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus mempertimbangkan hak-hak anak dan tidak boleh memaksakan ideologi tertentu. “Pendidikan harus bersifat inklusif dan menghormati keberagaman,” tegas mereka. Mereka berharap pemerintah dapat mengevaluasi kembali usulan tersebut dan mencari pendekatan yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip HAM.

Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga HAM, dalam merumuskan kebijakan pendidikan. Hal ini guna memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak hanya efektif, tetapi juga menghormati dan melindungi hak-hak individu.

Dengan demikian, polemik mengenai usulan pelatihan siswa di barak militer ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk merefleksikan kembali pendekatan-pendekatan dalam pendidikan yang sejalan dengan nilai-nilai demokrasi dan HAM.

Baca juga :  KAI Commuter Tegaskan Tak Beri Ruang Pada Pelecehan Seksual

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments