
Energi Juang News, Jakarta-Alas Gumitir, kawasan hutan lebat yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi, dikenal masyarakat sebagai lokasi penuh misteri. Banyak yang percaya bahwa tempat ini merupakan inspirasi dari kisah horor terkenal “KKN di Desa Penari.” Tidak sedikit pengendara yang melintasi area ini pada malam hari mengalami peristiwa supranatural yang sulit dijelaskan.
Hutan ini memiliki sejarah panjang yang sarat dengan cerita mistis. Para sopir yang sering melintas kerap mengaku melihat penampakan misterius di tengah jalan. Sosok-sosok gaib tersebut akan menghilang secara tiba-tiba saat didekati, seakan hanya ilusi mata—namun membuat bulu kuduk berdiri.
Salah satu cerita paling menyeramkan dari Alas Gumitir adalah tentang keberadaan “Pasar Setan.” Masyarakat sekitar percaya bahwa di malam-malam tertentu, hutan ini menjadi tempat berkumpulnya makhluk halus seperti kuntilanak, genderuwo, hingga sosok tanpa kepala. Beberapa pengendara bahkan melaporkan pernah melihat pasar yang tampak nyata—lengkap dengan aktivitas jual-beli—namun setelah melewatinya, mereka merasa seperti terhipnotis dan bingung arah.
Konon, arwah-arwah gentayangan di pasar setan itu berasal dari para pekerja yang dahulu membuka jalan hutan. Banyak dari mereka tewas karena kelaparan, kelelahan, atau kecelakaan kerja, dan dipercaya hingga kini masih “menghuni” tempat ini sebagai arwah penasaran.
Alas Gumitir juga dikenal sebagai jalur yang rawan kecelakaan fatal. Banyak pengemudi yang kehilangan kendali dan menyebabkan korban jiwa. Salah satu kisah paling dikenal adalah tentang bus pariwisata yang mengalami kecelakaan tragis. Beberapa penumpangnya bahkan tak pernah ditemukan. Sejak saat itu, bus tersebut kerap dikabarkan muncul kembali dalam wujud bus hantu, melintas tiba-tiba di malam hari dengan penampakan mengerikan.
Kisah mistis lainnya menyebutkan bahwa barang-barang pusaka atau benda bertuah bisa hilang secara misterius saat dibawa melintasi Alas Gumitir. Energi spiritual dari hutan ini dipercaya mampu “menarik” benda-benda tersebut, dan pemiliknya baru menyadari kehilangannya saat telah keluar dari kawasan angker ini. Masyarakat percaya, kesombongan membawa benda magis justru dapat mengundang bahaya.
Di kawasan ini terdapat juga terowongan kereta api yang tak kalah angker. Wirawan, penjaga terowongan tersebut, sering melaporkan suara tangisan, teriakan minta tolong, dan penampakan samar-samar sosok manusia. Ada pula yang melihat bayangan pekerja dengan tangan terikat, kaki terpotong, dan mata berdarah, menambah kesan menyeramkan dari wilayah ini.
Misteri yang menyelubungi Alas Gumitir bukan hanya sekadar cerita rakyat, tapi juga telah menjadi bagian dari budaya mistis di Jawa Timur. Entah benar atau tidak, banyak yang tetap waspada ketika melewati hutan ini, berharap tak mengalami perjumpaan langsung dengan Pasar Setan atau makhluk gaib lainnya
Redaksi Energi Juang News



