Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaJeritan Malam dari Kali Krangkeng: Pocong Penunggu Air Keramat

Jeritan Malam dari Kali Krangkeng: Pocong Penunggu Air Keramat

Energi Juang News, Jakarta-Di sebuah desa tua di Madiun Jawa Timur, aliran sungai yang dikenal dengan nama Kali Krangkeng mengalir tenang di siang hari—namun berubah menjadi mimpi buruk saat malam menjelang. Masyarakat sekitar tidak pernah berani berada di dekat aliran itu setelah matahari tenggelam. Bukan karena buaya, bukan pula karena arus deras. Tapi karena satu hal: penampakan pocong bersorban lusuh, bermata bolong, dan melayang sambil merintih di atas air.

Dulu, sekitar tahun 1970-an, terjadi peristiwa tragis. Seorang dukun muda yang dikenal menentang adat meninggal tenggelam di sungai itu. Jenazahnya hanyut selama tiga hari dan ditemukan dengan kain kafan yang masih melilit erat tubuhnya. Namun anehnya, kafan itu tidak basah, bahkan terlihat baru. Penduduk yang menyaksikan kejadian itu percaya, arwah sang dukun tidak pernah benar-benar pergi.

Sejak saat itu, masyarakat sering melihat sosok pocong melayang dari arah sungai, muncul hanya saat malam Jumat Kliwon, atau saat bau anyir darah tercium tanpa sebab.

Tahun lalu, dua orang pemuda kota Madiun bernama Dira dan Ali iseng melakukan “uji nyali” di pinggiran Kali Krangkeng. Mereka menantang mitos lokal sambil merekam konten untuk kanal media sosialnya. Dengan senter dan kamera, ia memancing perhatian “penghuni sungai”.

Namun yang terekam dalam kameranya jauh lebih menyeramkan dari cerita orang yang hanya sekadar suara atau bayangan.

Saat melakukan uji nyali Dira dipinggir sungai menunggu waktu yang tepat pukul 01.00 dini hari. Dan benar saja sebentar mereka melakukan uji nyali, sudah diawali dengan suara kain bergesekan di dekat kali . perlahan lahan suara itu makin keras.

Mereka mengingat cerita warga setempat itu tandanya pocong sedang mengintai… dan biasanya, satu nyawa akan lenyap dalam waktu tujuh hari. Terdengar mengerikan cerita itu.

Baca juga :  Teror Balum Bili, Penunggu Sungai Krueng Arakundo

Tak berhenti disitu, tiba tiba air sungai berhenti mengalir, dara sekitar tiba-tiba menjadi sangat dingin, pohon pohon berhenti bergerak. Di kejauhan terdengar suara lonceng tua berdentang, disusul bau bunga kamboja aneh dan bau busuk yang menusuk hidung mereka, menyeramkan.

Setelah fenomena alam yang aneh, Dira melihat sosok putih melayang, tanpa kaki, tanpa suara. Sorban dari kain kafan menutup separuh wajah menyeramkan pocong itu, namun karena sorot lampu yang terang kamera Dira mampu menangkap rupa wajah pocong dan mata bolongnya menatap langsung ke arah kamera, seolah menantang nyali mereka.

Suara tertawa melengking makin meninggi membuat suasana tempat itu sangatlah mencekam. Angin tiba tiba berhembus kencang kearah mereka, membuat peralatan kamera dan lampu mereka jatuh ke tanah dan mati .

Suasana seketika berubah mencekam, mereka berdua berusaha berlari meninggalkan lokasi karena ketakutan. Namun mereka merasa ada enegi yang kuat membelenggu kaki mereka, sehingga susah untuk digerakkan.

Dira dan Ali temannya berteriak meminta tolong sambil merapal berdoa supaya tidak diganggu pocong itu, namun didaerah sepi tersebut benar benar tidak ada orang melintas disekitar lokasi itu.

Dalam ketakutannya mereka melihat cahaya dari dalam sungai yang perlahan memunculkan sosok kakek tua yang menumpang buaya putih. Dengan tenang kakek tua itu melintasi sungai dengan menumpang buaya itu tanpa rasa khawatir jatuh ke sungai.

Warga mengenalnya sebagai penjaga alam ghaib tanah yang menguasai aliran sungai dan sekitarnya. Menurut warga jangan sampai ada warga yang mencoba melintas ditempat itu dan berpikiran ingin menguasai daerah sekitar itu, karena nantinya si penjaga sungai akan meneror karena merasa tanahnya terusik.

Karena menahan rasa takut yang begitu lama akhirnya mereka jatuh pingsan, dan diketemukan warga yang sedang mencari rumput di pinggir sungai.

Baca juga :  Malam Terakhir di Sambeng: Teror Lidah Hantu dari Pohon Kelapa

Setelah sadar mereka seperti berhalusinasi seoalah berada di istana yang disinyalir, itu adalah istana arwah penjaga sungai. Warga memaklumi apa yang menimpa mereka, dan mereka sudah mengingatkan Dira dan Ali sebelum mereka uji nyali di Kali Krangkeng.

Video itu tak pernah dipublikasikan mereka. Hanya Ali teman Dira yang melihatnya, dan kini ia mengalami gangguan jiwa. Sedangkan Dira, hilang tanpa jejak. Di lokasi terakhir tempat ia syuting, hanya ditemukan sandal, kamera rusak, dan bekas kafan yang menempel di batang bambu pinggir kali.

Beberapa waktu yang lalu juga terdengar kabar seorang pencari udang buang air seni sembarangan ditempat itu yang dihantui mimpi buruk seumur hidup. Bahkan sampai sekarang pencari udang tersebut mengalami gila dan kadang marah marah tanpa sebab.

Bahkan menurut seorang sesepuh desa, bila seseorang mendengar suara kain bergesekan di dekat kali saat tengah malam, segeralah meninggalkan tempat itu dan jangan menengok kebelakang ataupun berusaha mencari sumber suara.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments