Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaGang Lorong Mayit: Kutukan Arwah Yang Tak Terselesaikan di Kampung Mati di...

Gang Lorong Mayit: Kutukan Arwah Yang Tak Terselesaikan di Kampung Mati di Lumajang

Energi Juang News, Jakarta- Gang Lorong Mayit adalah sebutan untuk sebuah gang di Lumajang, Jawa Timur, yang dikenal karena kisah-kisah horor dan aura mistis, sesuai namanya yang menyeramkan. Terletak di dekat bekas rumah sakit terbengkalai, gang ini menjadi sorotan karena berbagai cerita menyeramkan yang beredar di masyarakat.

Berdasar cerita warga sekitar, orang luar wilayah itu tak ada yang benar-benar berani melewati Gang Lorong Mayit saat malam datang. Gang sempit itu terletak di ujung Kampung Mati, wilayah yang dikenal sunyi, jauh dari keramaian, dan menyimpan aura mistis yang sulit dijelaskan. Karena warga sekitar percaya tempat ini telah “mati” sejak bekas rumah sakit tua dan pemandian jenazah di sekitarnya terbengkalai tanpa sentuhan manusia selama puluhan tahun.

Tiga bulan yang lalu ada sekumpulan anak muda yang tertarik menjadikan Gang Lorong Mayit sebagai obyek pengamatan menggunakan CCTV. Mereka datang dengan kamera CCTV dan alat perekam suara untuk merekam kejadian mistis secara langsung terjadi kala malam.

Beranggotakan Yanto, Mugik dan Santoso, mereka menyewa rumah bu Sarti seorang wanita tua yang kebetulan tinggal tak jauh dari gerbang gang Lorong Mayit itu.

Ternyata sebelum mereka menginap, tukang ojek yang mengantarkannya sudah memperingatkan, dan berusaha mencegah untuk datang ke wilayah tersebut. “Kalau kau nekat lewat situ malam-malam, jangan kaget kalau mendengar suara langkah di belakangmu… meskipun tak ada siapa-siapa,” termasuk bu Sarti mengingatkan.

“Tidak bu, kami cuma ingin merekam suasana. Nggak bakal macam-macam kok,” kata Yanto sambil tersenyum.

Bu Sarti menatapnya lama. “Bukan masalah rekamannya, Le… tapi tempat itu bukan buat manusia yang penasaran. Sudah banyak yang warga yang melihat penampakan dan berujung gangguan jiwa.”

Baca juga :  Gelu: Misteri Gumpalan Tanah Penjaga Arwah Gantung Diri

Malam itu, karena Yanto dan timnya sudah bulat tekadnya tetap nekat memasuki gang tersebut. Tak ada cahaya selain dari lampu senter. Suasana angker muncul dari tembok-tembok lembap di kanan-kiri gang terasa menekan dada. Angin berembus dingin padahal langit cerah, disertai aroma wewangian tak lazim melintas. Sesekali binatang malam berlarian seolah melihat kehadiran sosok tak kasat mata melintas. Suasana begitu hening, bahkan langkah mereka pun seakan diserap oleh kegelapan menambah keyakinan mereka akan melihat makhluk astral melintas.

Sambil memasang CCTV andalannya tiba tiba, “Eh… kalian denger nggak?” bisik salah satu kru, Mugik.

Sayup sayup terdengar suara roda troli logam bergesekan dengan lantai, seperti yang biasa digunakan di rumah sakit. Suara berdenyit membelah suasana yang tadinya hening, dan suara itu makin jelas… lalu berhenti tepat di belakang mereka. Tapi saat mereka menoleh, hanya ada lorong kosong.

Sejenak kemudian mereka melanjutkan perjalanan, dan tiba-tiba kamera Yanto mati total. Layar hanya menampilkan bayangan samar… sosok berbalut kain putih berdiri diam namun melayang di ujung gang.dari tampilan yang samar samar, sosok itu mendekat… mendekat dan tiba – tiba

Tanpa rasa takut Yanto berteriak, “Siapa itu?!!!”

Namun teriakan Yanto tak ada jawaban.

Tapi tiba-tiba, satu demi satu anggota tim mulai seperti kerasukan. Perlahan lahan pandangan mata mereka kosong, mulut mereka komat-kamit membuat Yanto terheran – heran. Santoso yang sedari tadi diam mendadak berteriak, “Dia… dia belum selesai dimandikan!” sambil menunjuk arah datangnya bayangan samar tadi.

Yanto belum menyadari dan balik bertanya ke Santoso, “Kamu ngomong apa sih So? Kamu ngomong sama siapa?!!”

Dalam waktu yang hampir bersamaan muncul sosok tak berwujud jelas, berwarna putih pucat, dengan mata merah menyala, serta memiliki kemampuan untuk melayang di udara melintas di hadapan merka, dan terus menghilang.

Baca juga :  Kisah Mistis Makam Pucang Sidoarjo: Sosok Tak Kasat Mata Nan Menyeramkan Ditengah Nisan

Menghadapi situasi angker demikian, akhirnya Yanto dan teman temannya pingsan dilokasi itu, hingga baru tersadar keesokan harinya. Yanto dan timnya tersadar dan mereka lari tunggang langgang menuju ke rumah Bu Sarti dalam kondisi lemas dan kebingungan.

Saat mereka berjumpa dengan Bu Sarti, dia hanya bergumam lirih, “Di kampung ini, bukan cuma rumahnya yang mati… tapi kenangan dan dendamnya juga belum dikubur. dan dia meminta disempurnakan kematiannya.

Sejak saat itu, Yanto dan teman temannya tak pernah lagi membuat rekaman pembuktian dari cerita yang beredar di sana. Rekaman malam itu? Entah tanpa diketahui penyebabnya, tak satu pun file bisa diputar kembali. Hanya tersisa satu file gelap dan hanya terdengar suara… seperti suara air menetes dan bisikan lirih, “Selesaikan dulu… mandikan aku…”

Akhirnya terjawab sudah, bahwa kematian arwah yang melayang layang Gang Lorong Mayit meminta disempurnakan kematiannya.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments