Rabu, April 29, 2026
spot_img
BerandaDaerahAyam Goreng Widuran Solo Ditutup Sementara Usai Viral Gunakan Minyak Nonhalal

Ayam Goreng Widuran Solo Ditutup Sementara Usai Viral Gunakan Minyak Nonhalal

Energi Juang News, Jakarta– Wali Kota Solo, Respati Ahmad Ardianto, memutuskan untuk menutup sementara operasional Warung Ayam Goreng Widuran. Keputusan ini diambil menyusul viralnya informasi bahwa rumah makan legendaris tersebut menggunakan bahan nonhalal dalam proses pengolahan makanannya.

Penutupan dilakukan sebagai langkah awal agar pihak pengelola dapat mengurus sertifikasi halal atau nonhalal secara resmi. Wali Kota Respati datang langsung ke lokasi pada Senin pagi (27/5/2025) sekitar pukul 08.41 WIB. Namun, ia tidak sempat bertemu langsung dengan pemilik restoran. Hanya karyawan yang menyambut kedatangannya.

Melalui sambungan telepon dengan pemilik usaha, Respati menyampaikan secara langsung imbauannya. Ia menyarankan agar restoran menghentikan aktivitas sementara hingga proses verifikasi oleh instansi terkait selesai dilakukan.

“Saya menyarankan agar ditutup dulu sampai asesmen dari OPD terkait selesai, baik dari segi kehalalan maupun tidak. Kalau ingin menyatakan halal, ajukan sertifikasi. Kalau tidak, ya ajukan saja sebagai nonhalal,” ujar Respati kepada media.

Setelah peninjauan oleh Respati yang didampingi Satpol PP, Dinas Perdagangan, dan Kementerian Agama Kota Solo, restoran pun mulai menutup operasional dan membereskan peralatan dagang.

Respati menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kerukunan antarumat beragama dan melindungi hak konsumen, terutama umat Muslim yang tidak mengetahui bahwa makanan yang mereka konsumsi ternyata tidak sesuai ekspektasi.

“Ini restoran sudah berdiri sejak 1973. Saya kecewa karena informasi tentang kandungan nonhalal tidak disampaikan secara transparan. Konsumen berhak tahu. Maka kami ambil sikap ini,” jelasnya.

Saat ini, proses asesmen akan dilakukan oleh pihak BPOM, Kemenag, dan OPD terkait lainnya. Pemerintah akan memutuskan kapan restoran bisa kembali beroperasi berdasarkan hasil asesmen tersebut.

Sebelumnya, restoran ini sempat viral karena disebut-sebut menggunakan minyak babi dalam proses menggoreng ayamnya. Meski hal tersebut tidak salah dari sisi hukum, banyak pelanggan Muslim merasa kecewa karena merasa tidak diberi informasi yang jelas.

Baca juga :  Kapolda Maluku Utara Tegaskan Bentrokan di Halmahera Tengah Tak Terkait SARA

Kini, pihak restoran telah memberikan keterangan “Non Halal” di profil Instagram mereka serta di Google Review sebagai bentuk klarifikasi terhadap publik.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments