Energi Juang News, Jakarta- Singapura kembali menjadi sorotan setelah ratusan turis asing diamankan oleh pihak berwenang dalam beberapa pekan terakhir. Menurut laporan resmi, para pelancong tersebut diduga melanggar aturan imigrasi yang berlaku di negara itu.
“Kami telah menahan sejumlah besar wisatawan yang kedapatan melakukan aktivitas ilegal, termasuk bekerja tanpa izin dan overstay,” jelas seorang petugas Imigrasi Singapura dalam keterangan resminya.
Salah satu kasus yang mencuat melibatkan lebih dari 200 turis asing yang masuk menggunakan visa turis, tetapi ternyata bekerja secara ilegal di sektor informal.
“Mereka mengaku sebagai turis, tetapi setelah pemeriksaan lebih lanjut, kami menemukan bukti bahwa mereka sebenarnya bekerja di restoran, konstruksi, dan retail tanpa izin,” ujar sumber dari Kementerian Tenaga Kerja Singapura.
Pemerintah Singapura dikenal sangat ketat dalam menegakkan aturan imigrasi. Setiap pelanggaran, termasuk overstay atau bekerja tanpa izin, bisa berujung pada denda berat hingga deportasi.
“Kami tidak toleransi terhadap penyalahgunaan visa. Setiap pelanggar akan ditindak tegas sesuai hukum,” tegas Menteri Dalam Negeri Singapura dalam konferensi pers terbaru.
Para pelaku yang tertangkap umumnya berasal dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia, India, dan Filipina. Sebagian besar mengaku tertipu oleh agen travel nakal yang menjanjikan pekerjaan di Singapura dengan cara ilegal.
“Saya diberi tahu bisa bekerja di sini dengan visa turis, tapi ternyata malah ditangkap,” keluh salah satu turis asal Indonesia yang enggan disebutkan namanya.
Pihak berwenang Singapura mengimbau calon turis maupun pekerja asing untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku. “Pastikan dokumen lengkap dan sesuai keperluan. Jangan sampai terjebak iming-iming kerja ilegal,” pesan seorang juru bicara Kementerian Imigrasi.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi pelancong yang berniat menyalahgunakan visa turis. Singapura tetap menjadi destinasi populer, tetapi ketaatan hukum adalah kunci utama agar terhindar dari masalah selama berada di Negeri Singa tersebut.
Redaksi Energi Juang News



