Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaDaerahPencarian Anak Hilang di Sungai Bengawan Solo Dihentikan

Pencarian Anak Hilang di Sungai Bengawan Solo Dihentikan

Energi Juang News, Jakarta – Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, operasi pencarian anak hilang di Sungai Bengawan Solo resmi dihentikan pada Minggu, 8 Juni 2025. Bocah bernama Ahmada Ainun Haq (9), warga Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, yang merupakan anak berkebutuhan khusus, sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu pagi, 31 Mei 2025.

“Sesuai dengan SOP Basarnas, pencarian dilakukan selama tujuh hari. Karena tidak ada hasil, maka operasi kami hentikan,” ujar F.X. Driatmiko Herlambang, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik.

Baca Juga : Bocah Hilang di Dukun Gresik, Pencarian Masih Berlanjut

Selama pencarian berlangsung, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Gresik, Basarnas, SAR Ujungpangkah, relawan, serta warga setempat menyisir aliran Sungai Bengawan Solo hingga ke muara. Kendala utama yang dihadapi adalah sampah serta eceng gondok yang menumpuk, sehingga memperlambat proses penyisiran.

Rekaman CCTV menunjukkan Ahmada berjalan sendirian menuju arah tanggul sungai, yang memperkuat dugaan bahwa bocah tersebut kemungkinan tercebur dan hanyut di sungai. Meski begitu, belum ditemukan satu pun tanda keberadaan korban hingga hari terakhir pencarian.

“Kami sudah menyisir semua titik yang memungkinkan. Namun, sampai hari ketujuh ini, hasilnya nihil,” jelas Miko.

Mengenai kemungkinan lain selain tercebur, Miko menyatakan hal itu menjadi ranah penyelidikan pihak kepolisian. Meski demikian, dugaan utama tetap mengarah pada insiden di sekitar bantaran sungai.

BPBD Gresik tetap membuka peluang pencarian kembali apabila ada tanda-tanda baru yang muncul.

“Kami siap turun lagi kapan pun jika ada informasi atau temuan baru terkait korban,” tambah Miko.

Ahmada Ainun Haq terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 06.00 WIB usai sarapan. Sejak saat itu, keluarga dan warga setempat berupaya mencari dengan segala cara, termasuk menggunakan drone dan perahu karet. Hingga kini, keluarga masih menanti keajaiban dan berharap ada petunjuk baru.

Baca juga :  Petani Jagung di Bima Keluhkan Anjloknya Harga!

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments