Jumat, Juli 17, 2026
spot_img
BerandaDaerahODGJ yang Dievakuasi Dinsos Gresik Didominasi Warga Luar

ODGJ yang Dievakuasi Dinsos Gresik Didominasi Warga Luar

Energi Juang News, Jakarta – Selama enam bulan terakhir, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik aktif melakukan penanganan terhadap Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di ruang publik. Namun, hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka ternyata bukan warga Gresik.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 88 ODGJ telah dievakuasi sejak Januari hingga pertengahan Juni 2025. Proses evakuasi dilakukan berdasarkan laporan masyarakat melalui layanan darurat Call Center Gresik AKAS 112.

Baca Juga : ASN Rutan Gresik Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Gresik, Farid Evendi, laporan masyarakat sangat berperan penting dalam penanganan kasus ini. Begitu ada laporan masuk, petugas segera menuju lokasi untuk memastikan kondisi ODGJ dan mengevakuasi jika dianggap membahayakan.

“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan. Banyak dari mereka ditemukan di area publik seperti taman kota, alun-alun, dan pinggir jalan,” ujar Farid, Selasa (17/6/2025).

Yang menarik perhatian, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan pekerja sosial, diketahui bahwa sebagian besar ODGJ yang dievakuasi berasal dari luar daerah. Beberapa di antaranya diketahui berdomisili di Lamongan dan wilayah perbatasan lainnya.

Farid menyebut bahwa mayoritas ODGJ berjenis kelamin laki-laki, dengan penyebab gangguan mental yang bervariasi seperti stres akibat tekanan ekonomi, konflik keluarga, atau faktor genetik.

Tidak semua ODGJ langsung dirujuk ke rumah sakit jiwa. Tim kesehatan jiwa (Keswa) dari puskesmas terlebih dahulu melakukan penilaian awal. Jika pasien menunjukkan perilaku berbahaya—seperti melempar batu, bertindak agresif, atau bertelanjang di tempat umum—barulah dilakukan evakuasi medis.

Untuk kasus yang berat, pasien akan dirujuk ke RSJ Menur Surabaya dan selanjutnya dibina di Balai Pelayanan Sosial milik Pemprov Jatim.

Baca juga :  Duka di Sitaro: Korban Banjir Bandang Bertambah, Empat Kecamatan Terendam

Farid juga mengajak warga untuk aktif melapor bila menjumpai ODGJ yang berpotensi membahayakan. “Silakan hubungi AKAS 112. Tim kami siap bergerak dalam waktu maksimal dua jam,” tegasnya.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments