Energi Juang News, Jakarta– Pemerataan AI di Indonesia menjadi fokus utama Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur digital adalah syarat penting agar kecerdasan buatan (AI) dapat diakses merata di seluruh Indonesia.
Dalam pernyataan resminya pada Selasa (17/6/2025), Meutya menekankan pentingnya memperluas konektivitas internet, khususnya di wilayah Indonesia Timur, sebagai langkah dasar untuk mendukung transformasi digital dan pemerataan AI di Indonesia.
“Konektivitas menjadi modal utama digitalisasi. Tanpa jaringan internet yang merata, penerapan kecerdasan buatan tidak akan mungkin terjadi,” ujar Meutya.
Internet Merata untuk Pengembangan AI
Meutya Hafid menjelaskan bahwa saat ini konektivitas sudah mulai dikembangkan di beberapa daerah, termasuk di 364 titik di Sulawesi Barat. Dengan internet yang lebih luas, teknologi AI dapat dimanfaatkan di berbagai sektor secara inklusif.
Ia juga menyoroti bagaimana kecerdasan buatan telah banyak digunakan dalam industri pemasaran, gim, hingga pendidikan. Pemerintah kini mendorong pemanfaatan AI yang lebih luas, khususnya pada bidang-bidang strategis seperti pendidikan, ketahanan pangan, perikanan, dan pelayanan publik.
“Sektor perikanan menjadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, penerapan AI juga penting untuk meningkatkan layanan pemerintahan agar lebih efisien,” jelas Meutya.
Pelaku Usaha Diminta Adaptif
Menteri Komdigi juga mengajak para pelaku usaha untuk mulai mengembangkan kemampuan digital dan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam kegiatan bisnis mereka. Menurutnya, transformasi digital harus dirasakan merata hingga ke wilayah tertinggal.
“Kalau transformasi digital berhasil, ke depan tidak boleh lagi ada daerah 3T karena semua bisa dijangkau lewat digitalisasi,” tegas Meutya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas konektivitas di Indonesia bagian timur agar pemanfaatan AI tidak hanya dinikmati kota-kota besar, melainkan juga masyarakat di pelosok.
Redaksi Energi Juang News



