Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisSaham GOTO Anjlok, Isu Akuisisi Grab Jadi Sorotan

Saham GOTO Anjlok, Isu Akuisisi Grab Jadi Sorotan

Energi Juang News, Jakarta– Saham GOTO anjlok signifikan pada Kamis (19/6/2025), ditutup turun 3,17% ke level Rp 61 per saham. Penurunan saham GOTO anjlok ini terjadi di tengah maraknya isu akuisisi oleh Grab yang hingga kini masih menemui kendala.

Sepanjang hari, sekitar 3,97 miliar lembar saham GOTO diperdagangkan dengan total transaksi mencapai Rp 245,2 miliar. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp 37,1 miliar pada saham GOTO.

Sejak 12 Juni 2025, harga saham GOTO cenderung melemah hampir setiap hari dan dalam satu pekan terakhir sudah terkoreksi sekitar 8,96%.

Isu Akuisisi Grab Picu Kekhawatiran Pasar.
Di balik penurunan saham GOTO anjlok ini, muncul kabar rencana Grab Holdings Ltd asal Singapura yang berupaya mengakuisisi GoTo. Namun, proses tersebut terhambat oleh regulasi pemerintah Indonesia yang memberikan sejumlah syarat ketat.

Mengutip Reuters, Kamis (19/6/2025), pemerintah Indonesia menyoroti dampak sosial dan persaingan usaha dari rencana merger ini. Mereka meminta jaminan agar pengemudi dan kurir tetap mendapatkan perlindungan yang memadai, termasuk insentif dan bonus yang layak.

Menurut sumber, pemerintah juga menilai merger ini berpotensi mengurangi kompetisi di pasar digital dan dapat memengaruhi kesejahteraan mitra pengemudi.

Aksi Protes dan Klarifikasi Grab.
Beberapa waktu lalu, sejumlah pengemudi ojek online menggelar demonstrasi di beberapa kota menolak rencana akuisisi Grab terhadap GoTo. Mereka khawatir penggabungan perusahaan ini akan menciptakan monopoli dan menurunkan pendapatan para mitra.

Grab sendiri membantah kabar tersebut. Dalam pernyataan resminya pekan lalu, Grab menegaskan belum melakukan diskusi akuisisi maupun menandatangani kesepakatan apa pun dengan GoTo.

Namun, publik tetap menaruh curiga setelah Grab mengumumkan berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 1,5 miliar dari penerbitan obligasi konversi, yang salah satu tujuannya disebutkan untuk keperluan akuisisi.

Baca juga :  Mentan Amran Pastikan Harga Beras Turun dalam 2 Minggu

Sementara itu, pihak GoTo melalui keterbukaan informasi menyatakan belum ada kesepakatan dengan perusahaan mana pun terkait transaksi strategis.

Regulasi dan Kepemilikan Saham Jadi Sorotan.
Laporan tahunan GoTo tahun 2024 mengungkapkan sekitar 73,90% saham perusahaan ini dimiliki oleh investor asing. SoftBank Group dan Taobao China Holding (anak usaha Alibaba Group) menjadi dua pemegang saham terbesar asing dengan kepemilikan masing-masing 7,65% dan 7,43%.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan kepemilikan mayoritas saham GoTo tetap berada di tangan investor dalam negeri, meski belum ada penjelasan detail terkait skema yang akan digunakan.

Proses Merger Belum Pasti.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer mengaku hingga kini belum mendapatkan informasi teknis mengenai ketentuan ketenagakerjaan dalam potensi akuisisi tersebut.

Merger Grab dan GoTo diperkirakan mampu menghemat biaya operasional kedua perusahaan, namun hingga saat ini baik Grab maupun GoTo terus mencatatkan kerugian tahunan sejak melantai di bursa. Berdasarkan data LSEG, valuasi Grab saat ini hanya sekitar US$ 19 miliar, turun tajam dari US$ 40 miliar pada saat IPO Desember 2021.

Ketidakpastian merger inilah yang menjadi salah satu faktor utama pelemahan saham GOTO anjlok dalam beberapa hari terakhir.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments