Energi Juang News, Jakarta— Perjalanan Kereta Api Sancaka yang melayani rute Yogyakarta menuju Surabaya Gubeng terganggu oleh tindakan vandalisme saat melintas di wilayah Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (6/7). Sebuah insiden pelemparan batu menyebabkan pecahnya kaca jendela dan melukai dua orang penumpang karena terkena serpihan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta langsung merespons kejadian ini dengan melibatkan aparat Kepolisian Resor Klaten untuk mengusut peristiwa tersebut. Kolaborasi antara KAI dan kepolisian terus dilakukan demi mengidentifikasi pelaku pelemparan serta mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
“Upaya penelusuran terhadap pelaku masih kami lakukan bersama aparat Polres Klaten dan warga sekitar. Kami juga mulai meningkatkan patroli rutin di titik-titik yang rawan aksi pelemparan. Edukasi ke masyarakat sekitar rel juga terus digencarkan,” ujar Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Rabu (9/7/2025).
Feni menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi bahaya vandalisme dilakukan tidak hanya secara langsung ke masyarakat, namun juga melalui media sosial dan platform komunikasi lainnya. Harapannya, masyarakat lebih menyadari risiko besar yang bisa timbul dari tindakan tidak bertanggung jawab seperti ini.
Menurut Feni, aksi melempar batu ke arah kereta api bukan hanya perbuatan iseng, tetapi merupakan tindak pidana yang berpotensi mengancam keselamatan umum. “Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII Pasal 194 ayat 1 dijelaskan, siapa pun yang dengan sengaja menimbulkan bahaya terhadap lalu lintas umum, termasuk jalur kereta api, bisa dipidana hingga 15 tahun penjara,” jelasnya.
KAI menyayangkan bahwa masih ada oknum masyarakat yang belum menghargai keselamatan bersama dan merusak fasilitas publik. Aksi vandalisme dalam bentuk apapun melanggar hukum dan membahayakan nyawa orang lain. Pelemparan, corat-coret, hingga perusakan juga mengganggu kenyamanan perjalanan.
Daop 6 Yogyakarta memperkuat sistem pengamanan dengan menambah patroli di lokasi rawan dan memasang CCTV. Mereka juga mempererat sinergi dengan kepolisian serta komunitas warga di sepanjang jalur rel.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api. Tindakan sekecil apapun bisa berdampak besar terhadap keselamatan,” tutup Feni.
KAI berharap edukasi berkelanjutan dapat mengubah pola pikir masyarakat. Dengan begitu, aksi vandalisme terhadap transportasi umum tidak terulang lagi.
Redaksi Energi Juang News



