Senin, April 13, 2026
spot_img
BerandaDaerahDesakan Evaluasi Penyedia MBG Pasca Keracunan Massal di NTT

Desakan Evaluasi Penyedia MBG Pasca Keracunan Massal di NTT

Energi Juang News, Jakarta– Kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memicu sorotan publik. Sebanyak ratusan siswa di berbagai jenjang pendidikan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Kondisi ini mendorong berbagai pihak, terutama para wakil rakyat, untuk mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mitra penyedia MBG.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh menyampaikan, pengawasan dan evaluasi tidak boleh berhenti pada satu titik saja. “Kami mendesak BGN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mitra penyedia makanan. Lakukan pengecekan menyeluruh ke daerah lain, jangan tunggu kejadian serupa terjadi. Ini soal keselamatan dan masa depan anak-anak kita,” ujar Nihayatul dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).

Desakan DPR: Evaluasi Menyeluruh Mitra Penyedia MBG dan Peran Aparat Penegak Hukum

Peristiwa ini membuat aparat penegak hukum juga diminta turun tangan untuk mengusut kasus keracunan yang menimpa lebih dari 220 siswa. Masyarakat menilai kejadian tersebut telah mencederai tujuan utama pemerintah melalui program MBG yang sejatinya adalah meningkatkan kualitas gizi anak bangsa. “Jangan sampai program baik pemerintah tercoreng hanya karena kelalaian dalam pemilihan dan pengawasan menu makanan. Memberikan makanan sembarangan kepada siswa adalah bentuk pengabaian terhadap masa depan generasi bangsa,” ujar Nihayatul.

Baca juga : Kasus Keracunan MBG Garut Meledak Hingga 569 Pelajar Jadi Korban

Sinergi BGN, BPOM, dan Daerah untuk Menjamin Keamanan Menu MBG

BGN pun diminta bertindak lebih teliti dalam mengawasi dan memastikan keamanan setiap menu yang disajikan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BPOM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan dinilai sangat penting untuk mencegah kasus serupa di kemudian hari. Saya minta sinergi antara pengelola MBG dengan BPOM dan pihak terkait ditingkatkan. Program makanan bergizi adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai justru menjadi sumber penyakit karena lalai diawasi,” tambah Nihayatul.

Sebelumnya, ratusan siswa SMP, SD, hingga SMA di beberapa wilayah NTT dirawat di rumah sakit akibat keracunan MBG. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan mendalam. “Sedang dicek detail penyebabnya. Iya betul (SPPG selalu diberi pelatihan),” kata Dadan. Ia juga menekankan komitmen untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. “Kita akan perbaiki terus-menerus,” ujar Dadan.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments