Energi Juang News, Jakarta- Kick-off BRI Liga Super (Super League) 2025-2026 resmi digelar pada Jumat (8/8/2025), menghadirkan tiga laga awal yang melibatkan trio tim promosi dengan hasil beragam.
PSIM Yogyakarta, juara Liga 2 musim 2024-2025, sukses mencatat kemenangan dramatis 1-0 atas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo berkat sundulan Ezequiel Vidal di menit 90+2. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan menjadi yang pertama bagi PSIM di pekan pembuka liga kasta tertinggi sejak 1994-1995.
Persijap Jepara juga membawa pulang satu poin setelah menahan imbang PSM Makassar 1-1 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. Gol Carlos Franca di menit 90+9 mengakhiri penantian hampir 11 tahun Persijap untuk kembali mencetak gol di liga utama.
Sementara itu, Bhayangkara Presisi Lampung FC harus menerima kekalahan 0-1 dari Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, mengulang kenangan buruk saat mereka pernah terpuruk di awal musim 2023-2024.
Berikut lima fakta menarik dari pembukaan musim:
Kemenangan Bersejarah PSIM Yogyakarta.
Gol tunggal Vidal memastikan kemenangan pertama PSIM di laga pembuka liga utama sejak 2007 sekaligus menjadi kemenangan tandang perdana mereka di laga pembuka kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Pelatih Jean-Paul van Gastel berharap hasil ini menjadi standar permainan tim setiap pekan.
Akhiri Kutukan di Surabaya
PSIM memutus rekor buruk tak pernah menang di markas Persebaya sejak 1994. Kemenangan ini juga menjadikan PSIM sebagai tim pertama yang mengalahkan Persebaya di laga pembuka kandang sejak Liga 1 2018.
Penantian Panjang Persijap Jepara
Gol Carlos Franca memutus paceklik gol selama 4.012 hari di liga utama bagi Persijap. Terakhir kali mereka mencetak gol di kasta tertinggi adalah pada 15 Agustus 2014 lewat Rahmat Rivai.
Skuad Termuda PSM Makassar.
PSM tampil dengan skuad minim pengalaman karena larangan transfer FIFA. Tim menurunkan 10 pemain lokal U-23 dengan rata-rata usia hanya 22,2 tahun, rekor termuda dalam sejarah klub di Liga Indonesia modern.
Awal Pahit Bhayangkara Presisi
Kekalahan di Samarinda menjadi awal buruk kedua mereka di laga pembuka sejak 2017. Musim terakhir mereka memulai liga dengan kekalahan adalah 2023-2024, yang berujung degradasi.
Liga Super 2025-2026 langsung menawarkan drama, sejarah, dan rekor baru. Ini akan menjadi bahan pembicaraan para pecinta sepak bola nasional.
Redaksi Energi Juang News



