Energi Juang News, Jakarta – Persiapan pembukaan Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan memasuki tahap akhir. Sejumlah instansi terkait dijadwalkan melakukan audit keselamatan jalan (AKJ) pada Senin (11/8/2025) sebagai bagian dari syarat resmi pengoperasian jalur tersebut. Kegiatan ini melibatkan Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional (BBPJN), Kementerian PUPR, Dinas PU Bina Marga Lamongan, Dinas Perhubungan Lamongan, serta Polres Lamongan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Lamongan, Ermawan Ristanto, menjelaskan bahwa AKJ ini penting untuk memastikan kelayakan seluruh fasilitas pendukung JLU sebelum diresmikan. Salah satu fokus persiapan adalah pemasangan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) yang saat ini telah mencapai 90 persen. Pemasangan meliputi tiga titik traffic light di sisi timur Kecamatan Deket, perempatan Duduk, dan barat Plosowahyu, serta empat titik warning light di perempatan Desa Balun Kecamatan Turi dan perempatan Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Lamongan.
Ermawan memastikan median jalan di pintu masuk dan keluar sudah terpasang, tinggal menunggu hasil pengecekan untuk pembukaan sebelum libur panjang pertengahan Agustus. Meski lokasinya berdekatan dengan Stadion Surajaya Lamongan, ia menegaskan belum ada rencana menghubungkan JLU dengan stadion karena keterbatasan lahan yang sebagian besar milik warga.
Terkait layanan transportasi, Ermawan memastikan jalur ini tidak akan dilewati bus Trans Jatim maupun bus AKDP dan MPU, mengingat rute tersebut dinilai kurang ideal untuk kawasan pemukiman. Menurutnya, jalur Trans Jatim tetap mengikuti rute yang sudah ada.
Dengan posisinya yang strategis, diharapkan keberadaan JLU dapat mengurai kemacetan di pusat kota dan memperlancar arus kendaraan, khususnya saat momen libur panjang. Pemerintah daerah optimis JLU akan menjadi salah satu infrastruktur penting penunjang mobilitas di Lamongan.
Redaksi Energi Juang News



