Senin, Mei 18, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaNgeri! Peringatan bagi Penumpang Gerbong Belakang Kereta Api Dhoho di Tengah Malam...

Ngeri! Peringatan bagi Penumpang Gerbong Belakang Kereta Api Dhoho di Tengah Malam Yang Mencekam

Energi Juang News, Jakarta– Kereta api malam memang sering menyimpan berbagai kisah. Namun, apa yang dialami Yuni pada perjalanan dari Blitar menuju Kertosono dengan KA Dhoho benar-benar membekas di ingatannya. Kejadian itu berlangsung setahun lalu, ketika ia memesan tiket keberangkatan paling malam dan tanpa sadar mendapatkan tempat duduk di gerbong paling belakang. Tidak ada firasat buruk saat itu, hanya rasa kantuk setelah seharian beraktivitas. Penumpang di gerbong tersebut hanya segelintir, suasananya pun cukup tenang. Setelah duduk dan memperhatikan beberapa penumpang di depannya, Yuni akhirnya tertidur, tak menyadari bahwa malam itu akan mengubah pandangannya tentang perjalanan kereta selamanya.

Ketika Yuni terbangun sekitar pukul satu dini hari, ia langsung merasa ada yang tidak beres. Gerbong yang sebelumnya masih diisi beberapa penumpang kini tampak sepi. Ia menoleh ke kanan dan kiri, lalu ke depan, dan tidak melihat siapa pun. Namun saat menoleh ke belakang, terlihat sosok wanita duduk sendirian di kursi paling ujung kiri, tepat di dekat pintu belakang gerbong yang sedikit terbuka. Wanita itu tampak tenang, duduk dengan kepala tertunduk, rambut panjang menutupi sebagian wajahnya. Karena merasa tidak benar-benar sendirian, Yuni berusaha tenang dan menghadap ke depan lagi. Namun aroma aneh tiba-tiba menyergap hidungnya—seperti bunga melati bercampur kapur barus dan wangi khas jenazah yang baru dimandikan.

Perasaan Yuni mulai tidak karuan. Ia mencoba mengabaikannya, namun rasa takut mulai menguasai dirinya. Ia pun memberanikan diri untuk menoleh lagi ke belakang, dan saat itulah tubuhnya membeku. Sosok wanita yang tadinya duduk jauh di ujung gerbong, kini sudah berpindah duduk tepat di belakangnya, hanya terpisah satu kursi. Ia tidak mendengar suara langkah, tidak ada tanda-tanda pergerakan. Wanita itu tetap dalam posisi yang sama—kepala tertunduk, rambut panjang menutupi wajah, diam tak bersuara. Yuni berbalik cepat dan mencoba memejamkan mata, berharap semua itu hanyalah ilusi karena kantuk. Namun suasana semakin mencekam ketika lampu dalam gerbong perlahan padam, menyisakan cahaya samar dari luar jendela kereta yang terus melaju.

Baca juga :  Sosok Mbah Atin, Wanita Tua yang Melegenda Kemunculannya

Di tengah kegelapan dan ketegangan itu, Yuni berusaha tetap terjaga. Dalam pandangan matanya yang mulai buram karena takut, ia melihat sesuatu yang membuatnya semakin tak percaya. Dengan bantuan cahaya dari luar, ia melihat bayangan penumpang-penumpang lain di kursi-kursi yang tadi kosong. Mereka duduk diam, tubuh mereka tampak pucat dan mata kosong mengarah ke depan. Tak ada suara, hanya dentuman roda kereta dan desir angin malam. Yuni mencoba bangkit, namun tubuhnya sudah terlalu lemas karena ketakutan. Ia hanya mampu menggumamkan doa dalam hati, berharap bisa segera sampai tujuan.

Tak lama kemudian, Yuni kehilangan kesadaran. Ia pingsan di tempat duduknya sendiri. Ia baru tersadar saat seseorang mengguncang tubuhnya dengan lembut. Ternyata itu adalah petugas tiket kereta yang menyuruhnya pindah gerbong. “Mbak, ini kenapa sendirian? Gerbong belakang itu kosong sejak awal. Penumpangnya pada pindah semua ke gerbong 5,” ujar petugas itu sambil membantunya berdiri. Yuni hanya diam, masih linglung dan tidak tahu harus menjawab apa. Ia belum sepenuhnya sadar kalau dirinya barusan pingsan, apalagi mengalami pengalaman tak masuk akal seperti tadi.

Yuni akhirnya pindah ke gerbong lima, tempat beberapa penumpang lain duduk dengan wajah penuh keheranan. “Lho mbak, tadi sendirian di gerbong enam? Kami dari awal sudah disuruh pindah karena katanya gerbong itu suka ‘ada yang ikut’,” ujar seorang bapak paruh baya yang duduk di sebelahnya. Seorang ibu lain menimpali, “Dulu cucu saya juga pernah lihat perempuan berbaju putih duduk di pojok gerbong itu, matanya merah besar.” Mendengar itu, Yuni hanya bisa terdiam. Kini semua yang ia alami seperti mendapatkan pembenaran dari kesaksian warga dan penumpang lainnya.

Baca juga :  Sosok Pemburu Tumbal

Beberapa warga yang sering naik KA Dhoho malam hari memang sudah mendengar cerita-cerita seram tentang gerbong belakang. Menurut cerita, dulunya pernah terjadi kecelakaan tragis di sekitar jalur tersebut, dan salah satu korban adalah wanita muda yang tidak ditemukan jasadnya hingga sekarang. “Sering ada aroma melati atau bau kapur barus kalau keretanya lagi lewat daerah Wlingi ke arah Srengat, itu tandanya si mbak ikut naik,” ucap Mas Tono, seorang penjaja kopi di stasiun Blitar yang mengaku sering mendengar suara langkah di jalur rel saat dini hari meski tak ada kereta lewat.

Malam itu menjadi pelajaran besar bagi Yuni. Ia kini selalu memilih tempat duduk di tengah kereta, menghindari gerbong belakang, terlebih saat perjalanan malam. Rasa traumanya belum hilang, apalagi bayangan wajah tertutup rambut itu masih sesekali muncul dalam mimpinya. Ia pun menyarankan teman-temannya agar berhati-hati jika harus naik KA Dhoho malam hari. “Kalau bisa jangan sendiri, dan jangan di gerbong belakang,” katanya serius saat menceritakan kembali pengalaman itu. Cerita ini menyebar cepat di media sosial, membuat banyak orang penasaran dan takut dalam waktu bersamaan.

Pengalaman Yuni mungkin terdengar seperti kisah horor biasa, tapi siapa pun yang pernah mengalami suasana mencekam di kereta malam pasti bisa membayangkan betapa menakutkannya peristiwa itu. Apalagi dengan fakta bahwa gerbong belakang KA Dhoho memang sudah dikenal angker oleh beberapa petugas. “Kadang penumpang lihat ada orang, tapi pas dicek tidak ada siapa-siapa,” ujar salah satu kondektur yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku sering merasakan hawa dingin tiba-tiba di area itu meski gerbong lain terasa hangat.

Cerita ini menjadi peringatan nyata bagi siapa pun yang melakukan perjalanan malam menggunakan kereta api, terutama KA Dhoho. Meskipun tampak seperti moda transportasi yang aman dan nyaman, ternyata ada sisi gelap yang tidak semua orang ketahui. Jika suatu saat kamu harus bepergian tengah malam dan mendapat kursi di gerbong belakang, sebaiknya berpikir dua kali. Karena seperti yang dialami Yuni, terkadang kita tidak benar-benar sendirian, meski terlihat begitu.

Baca juga :  Misteri Air Terjun Roro Kuning: Bisikan Dari Lereng Gunung Wilis

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments