Energi Juang News, Jakarta – Momen peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Lamongan. Setelah penantian panjang lebih dari dua dekade, Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan akhirnya resmi dibuka pada Minggu (17/8/2025).
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya proyek strategis tersebut. Menurutnya, JLU hadir tidak hanya sebagai solusi kemacetan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi baru di daerah Lamongan.
“Alhamdulillah, perjuangan panjang ini kini terwujud. Semoga jalan lingkar utara ini membawa manfaat dan keberkahan untuk masyarakat,” ungkap Yuhronur dalam acara peresmian. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol resminya JLU beroperasi.
Pembangunan jalan sepanjang 7,15 kilometer yang menghubungkan Desa Rejosari Kecamatan Deket hingga Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan dimulai sejak 2021. Jalur ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur nasional Surabaya–Babat, terutama di titik perlintasan kereta api yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan.
Selain membuka akses transportasi lebih lancar, JLU juga diproyeksikan sebagai magnet investasi baru. Sejumlah investor mulai melirik kawasan di sekitar jalur ini dengan rencana pembangunan fasilitas pendukung seperti SPBU, rest area, hingga pasar ikan modern. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan semakin mempercepat roda perekonomian lokal.
Dengan JLU, Pemkab Lamongan optimistis dapat mengurangi beban lalu lintas di pusat kota sekaligus menciptakan kawasan ekonomi baru. Perkembangan sektor perdagangan, jasa, hingga perumahan diperkirakan akan meningkat pesat seiring terbukanya jalur strategis tersebut.
Redaksi Energi Juang News



