Energi Juang News, Jakarta – Di tengah cuaca Lamongan yang tak menentu, Muhammad Fendy, warga Desa Karanglangit, tetap berhasil merawat kura-kura sulcata miliknya agar tetap sehat dan aktif. Hewan eksotis asal gurun Afrika ini memang memerlukan perhatian khusus, terutama soal pencahayaan.
Fendy, yang juga memelihara kadal panana dan iguana, menjelaskan bahwa kura-kura sulcata sangat bergantung pada sinar ultraviolet, baik UVA maupun UVB, untuk menjaga metabolisme dan pertumbuhan cangkangnya.
Baca Juga : Kadal Panana Jinak dari Papua, Hobi Unik Warga Lamongan
“Sinar matahari sangat penting karena sulcata berasal dari habitat gurun. Kalau di dalam rumah, kita harus ganti dengan lampu UV khusus,” ujar Fendy saat ditemui di rumahnya.
Sulcata dikenal sebagai salah satu kura-kura darat terbesar di dunia. Karakter jinaknya membuat hewan ini cocok dipelihara siapa saja, termasuk anak-anak. Selain tidak menggigit, sulcata mudah beradaptasi dan bisa dijinakkan sejak kecil.
Untuk mencukupi kebutuhan sinar UV di dalam rumah, Fendy menggunakan lampu khusus yang biasa dijual di toko reptil. Penjemuran alami juga tetap dilakukan minimal tiga kali dalam seminggu. Saat dijemur, sulcata direndam setengah badan dalam air selama 15 menit agar tidak dehidrasi dan untuk membantu proses pencernaan.
Makanan favorit sulcata pun tergolong mudah didapat, seperti kangkung, sawi, tomat, pisang, dan pelet khusus kura-kura. Meski tidak rewel soal makanan, Fendy tetap mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kandang agar kura-kura terhindar dari infeksi.
Namun menurutnya, perawatan bukan hanya soal makanan dan kebersihan. “Yang tidak kalah penting, luangkan waktu untuk meng-handle sulcata agar tumbuh dekat dan mengenal pemiliknya,” tutup Fendy.
Redaksi Energi Juang News



