Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaDaerahZiarah Tokoh Leluhur Warnai Hari Jadi Lamongan ke-456

Ziarah Tokoh Leluhur Warnai Hari Jadi Lamongan ke-456

Energi Juang News, Jakarta – Ziarah Hari Jadi Lamongan ke-456 menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan HJL tahun ini. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang dan meneladani nilai perjuangan para tokoh leluhur Kabupaten Lamongan.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-456 kembali berlanjut dengan agenda ziarah ke makam leluhur, yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi (Bupati Yes) bersama jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Anis Kartikawati, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara beserta istri Cana Dirham Akbar.

Lokasi ziarah berada di Kelurahan Tumenggungan Lamongan, tepatnya di makam Mbah Lamong (Rangga Hadi), Mbah Punuk, dan Mbah Sabilan — tokoh-tokoh bersejarah yang memiliki peran besar dalam pembentukan nilai budaya dan pemerintahan Lamongan.

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Meriah Hari Jadi Lamongan ke-456 Resmi Dimulai

Menurut Bupati Yes, kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan nilai-nilai kepemimpinan dan perjuangan para leluhur Lamongan. Ia menyebutkan bahwa jejak sejarah tersebut harus menjadi teladan untuk membangun daerah yang lebih berdaya saing.

“Ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk penghormatan dan ikhtiar spiritual agar pembangunan Lamongan berjalan lancar. Tema HJL tahun ini adalah Harmoni Menuju Lamongan Berdaya Saing,” tutur Bupati Yes.

Rangga Hadi, atau dikenal sebagai Mbah Lamong, menjabat sebagai Bupati pertama Lamongan pada periode 1569–1607. Beliau memiliki gelar Tumenggung Surajaya dan dikenal sebagai santri Sunan Giri. Julukan Mbah Lamong berasal dari kata ngemong atau mengayomi, menggambarkan karakter kepemimpinannya yang ramah dan bijak dalam menjalankan roda pemerintahan.

Selain ke makam Mbah Lamong, ziarah juga dilakukan ke makam Mbah Punuk dan Mbah Sabilan, dua tokoh adat yang memiliki keterkaitan dengan tradisi pernikahan unik di Lamongan, di mana pihak perempuan melamar laki-laki. Nilai budaya ini masih dihormati hingga kini.

Baca juga :  GMNI Jambi Tegaskan Pentingnya Efisiensi Anggaran Demi Kesejahteraan Masyarakat

“Semoga semangat dan nilai yang ditanamkan para tokoh terdahulu menjadi inspirasi untuk melanjutkan pembangunan Lamongan yang berkelanjutan dan menyejahterakan,” ucap Bupati Yes, menutup agenda tersebut.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments