Energi Juang News, Jambi – Kasus tragis menimpa seorang dosen perempuan berinisial EY yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, wilayah Bungo, Jambi. Polisi kini mendalami dugaan kuat bahwa korban menjadi korban pemerkosaan sekaligus pembunuhan.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengonfirmasi, hasil visum sementara menunjukkan adanya indikasi tindak asusila sebelum kematian korban. Ditemukan sperma di celana korban, memperkuat dugaan terjadinya pemerkosaan.
“Benar, dari hasil visum terlihat adanya tanda-tanda kekerasan dan juga ditemukan sperma di pakaian korban,” ujar Natalena saat dikonfirmasi pada Sabtu (1/11).
Selain bukti tersebut, tim forensik juga mendapati lebam di bagian wajah, leher, bahu, serta luka di kepala korban. Kondisi itu menunjukkan adanya tindak kekerasan fisik yang berujung fatal. Tak hanya itu, kendaraan pribadi korban turut raib, menambah dugaan bahwa pembunuhan ini juga berkaitan dengan motif pencurian.
“Motor dan mobil korban tidak ditemukan di lokasi kejadian. Dari situ kami meyakini ada unsur pembunuhan yang terencana,” tambahnya.
Korban EY diketahui berprofesi sebagai dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo. Sosoknya dikenal aktif dan berprestasi di lingkungan kampus.
Jenazah EY pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pada Sabtu siang (1/11) sekitar pukul 13.00 WIB di Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah. Warga yang curiga dengan kondisi rumah korban yang terkunci melapor ke pihak berwajib, hingga akhirnya ditemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan intensif, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah korban.
Kasus ini mengguncang masyarakat Muaro Bungo. Banyak rekan sejawat korban berharap pelaku segera tertangkap dan mendapat hukuman setimpal. Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi ancaman nyata di lingkungan akademik maupun masyarakat umum.
Redaksi Energi Juang News



