Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img
BerandaDaerahImlek Diterjang Bencana, DIY Dihantam Longsor dan Angin Kencang

Imlek Diterjang Bencana, DIY Dihantam Longsor dan Angin Kencang

Energi Juang News, Yogyakarta- HUJAN deras disertai angin kencang mengguyur hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Ahad malam, 15 Februari 2026, hingga Senin (16/02/2026) jelang perayaan Imlek. Cuaca yang tidak stabil itu memicu tanah longsor, pohon tumbang, kerusakan rumah warga, serta gangguan jaringan listrik dan internet di puluhan titik di DIY.

Dampak Meluas di Seluruh DIY

Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta, Agustinus Ruruh Haryata, menyebut data kejadian hingga Senin malam pukul 20.45 WIB masih bersifat sementara dan terus diperbarui. Ia menjelaskan, variasi dampak mulai dari tanah longsor, atap rumah yang tersapu angin, hingga terganggunya layanan jaringan di banyak wilayah. “Dampaknya bervariasi, mulai dari longsor, atap rumah rusak, hingga gangguan jaringan. Petugas dan relawan gabungan sudah bergerak di lapangan,” kata Agustinus, Senin (16/02/2026).

Kulon Progo Dikepung Longsor

Di Kabupaten Kulon Progo, tanah longsor muncul di 12 titik yang tersebar di lima kapanewon: Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, dan Samigaluh. Tujuh rumah warga terdampak, tujuh akses jalan terputus material, serta satu jaringan irigasi rusak akibat pergerakan tanah. Cuaca ekstrem di Panjatan dan Sentolo merusak satu rumah dan mengganggu jaringan listrik serta internet yang melayani warga setempat.

Kota Yogyakarta dan Gunungkidul Ikut Terdampak

Di Kota Yogyakarta, kejadian tercatat di empat kemantren: Kraton, Ngampilan, Gondokusuman, dan Mergangsan dengan total lima lokasi. Atap dua rumah warga rusak, satu kantor kelurahan di Wirogunan terkena imbas, dan satu mobil ringsek tertimpa material. Di Kabupaten Gunungkidul, bencana tercatat di tiga kapanewon Wonosari, Karangmojo, dan Panggang dengan tiga pohon tumbang, dua rumah rusak, satu jembatan terdampak, serta gangguan di dua titik jaringan listrik dan dua titik jaringan internet, sementara akses jalan dan satu aliran sungai sempat terganggu.

Bantul dan Sleman Catat Kerusakan Terbesar

Di Kabupaten Bantul, longsor terjadi di Kapanewon Kasihan yang mengenai satu fasilitas pemerintah di kawasan Bandiklat Gunung Sempu dan satu rumah warga. Kabupaten Sleman mencatat jumlah kejadian paling banyak dengan 25 lokasi di tujuh kapanewon: Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan, dan Gamping. Di wilayah ini, tercatat tujuh titik longsor dan 18 titik kejadian terkait cuaca ekstrem yang menyebabkan delapan rumah rusak, dua fasilitas pemerintah terdampak, satu pondok pesantren dan satu kandang ternak mengalami kerusakan, dua akses jalan terganggu, serta gangguan di satu jaringan listrik dan satu jaringan internet, selain 12 titik pohon tumbang dan satu papan penunjuk yang roboh.

Imbauan Waspada Hujan Susulan

Agustinus menegaskan, BPBD bersama tim reaksi cepat (TRC), relawan, dan aparat terus melakukan pendataan serta penanganan darurat di lapangan. Petugas membersihkan material pohon tumbang, membantu perbaikan sementara, dan mendistribusikan terpal serta logistik kepada warga terdampak yang membutuhkan. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu longsor maupun pohon tumbang,” ujarnya, Senin (16/02/2026).

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments